“Baru saja ada tiga korban yang di rujuk ke RSUP Sanglah karena luka bakar sangat parah,” imbuhnya.
Terkait penyebab kompor mayat tersebut meledak hingga membakar sejumlah warga, pihaknya mengaku belum mengetahuinya dan saat ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.
Sementara itu, informasi menyebutkan, kompor mayat tersebut meledak saat prosesi pengabenan diduga karena tabung gas mengalami kebocoran. Namun untuk mengetahui penyebab pastinya, masih menunggu pemeriksaan pihak kepolisian.
Sementara itu dari data awal yang diterima redaksi liputan68.com, jumlah korban yang dirawat di RSUD Sanjiwani berjumlah sembilan orang. Salah satunya seorang anak usia 11 tahun atas nama Gusti Pradita.
Kemudian ada tiga orang tukang kompor mayat, dan 5 orang warga yakni Gusti Budiasa, Gusti Nyoman Gede, Gusti Mukiana, Gusti Yuliantara dan Gian.
Kapolsek Blahbatuh Kompol Made Tama, saat dikonfirmasi wartawan mengaku belum bisa memberikan keterangan karena masih fokus melakukan penanganan dan hingga berita ini ditulis masih berada di TKP.
“Nanti akan kami berikan keterangan. Saat ini kami masif fokus melakukan penanganan apalagi jumlah korban relatif banyak,” ujarnya singkat.(Van/Lp68)
