Sistematika berpikir kita harus lebih terstruktur, saya tak meminta seluruh peserta jadi programmer tapi meningkatkan kualitas diri jauh lebih penting. Tekuni pelatihan ini dengan sungguh-sungguh,” kata bupati mengakhiri.
Sebelumnya, Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Drs. Irbar Samekto, M.Si, mengatakan Kementerian Komunikasi terus bergiat bagaimana percepatan transformasi dapat berlanjut termasuk bagi guru dan tenaga pengajar.
Upayanya, kata Irbar adalah bagaimana kita bersama memaknai dan beradaptasi dengan digital itu sendiri. Ditambahkannya, Kementerian tentu menginginkan SDM mampu meningkatkan kemampuannya melalui kegiatan ini.
“Kementerian berkeinginan agar SDM dan teknologi itu berjalan bersama-sama. Semoga usai kegiatan ini para peserta bisa menjadi change agent (red :agen perubahan),”katanya singkat.
Sementara itu, Kadis Kominfo, Aryanto Tinambunan menyampaikan, pentingnya pemahaman teknologi dan coding di zaman digital. Menurutnya, coding dianggap perlu karena semua kehidupan akan mengarah ke sana. Coding juga dianggap penting dalam merangsang otak dalam menyelesaikan masalah rumit menjadi lebih sederhana.
Senada dengan hal tersebut, Kadis Pendidikan, Fatimah Boang Manalu mengajak guru peserta pelatihan menjadi champion dan duta dalam implementasi coding.
Ia menjelaskan program prioritas seperti merdeka belajar, guru penggerak, dan kurikulum lain yang diinisiasi oleh Kemendikbud merupakan upaya dalam mewujudkan pendidikan berkualitas berbasis teknologi di seluruh Indonesia termasuk Dairi yang sejalan dengan program pemerintah daerah yakni Dairi Cerdas.
“Kita dari Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi turut andil dalam mempersiapkan Dairi Unggul dari bidang pendidikan melalui pemanfaatan teknologi dan pembelajaran digitalisasi pendidikan,” ujar Fatimah mengakhiri.
(LM-01)
