PJ Walkot Tebing Tinggi : Jaga Kestabilan Harga Dan Stok Pangan

Ditambahkan Dimiyathi, agar Dinas Pertanian dan Ketapang juga dapat membudidayakan ataupun mengembangkan Komuditas lainnya, seperti cabai.

“Kemarin sudah kita rencanakan untuk menanam cabai, agar kita bisa menekan harga cabai bisa stabil kembali, khususnya cabai merah,” tegas Dimiyathi.

Sebelumnya Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tebing Tinggi Marimbun Marpaung melaporkan, luas panen padi yang akan dilaksanakan adalah 24,28 hektar di wilayah Gapoktan Berkah Bulian Jaya, Kelompok Tani Sepakat Maju dan Kota Tebing Tinggi mendapat bantuan 200 hektar untuk penanaman padi infari 32.

Marimbun juga mengatakan bahwa hasil panen padi Kota Tebing Tinggi setiap tahunnya semakin meningkat. “Hasil padi kita semakin tahun semakin meningkat, dan sudah kami lakukan ubinan (memprediksi produksi padi) bersama BPS ada 7,2 ton per hektar,” kata Marimbun.

Lebih lanjut Marimbun menjelaskan ketersediaan pupuk. Terkait pupuk bersubsidi, pertanggal 1 Oktober 2022, untuk pupuk bersubsidi ada 4 dan sudah ditarik 5, tinggal NPK Urea saja yang diakomodir. Sedangkan untuk SP 36 untuk ZA dan organik tidak lagi subsidi.

“Jadi kepada kelompok tani kami, silahkan pakai Quota kita, sisa kita masih ada untuk NPK dan Urea segera ditebus, jangan sampai direalokasi atau diberikan kepada kabupaten/kota lain”, ujar Marimbun.

Marimbun juga menjelaskan terkait BBM solar, kelompok tani melalui Gapoktan telah memberikan surat keterangan ke SPBU, karena memang dikasi jatah. “Namun didalam surat keterangan tersebut harus dirinci kegunaan solar untuk mesin apa dan berapa liter kapasitasnya,” ujar Marimbun Marpaung.

Kegiatan Panen Padi Bersama ini juga diikuti Kapolres Tebing Tinggi diwakili Kasat Binmas Iptu BSM Tarigan, Camat Bajenis Dira Astrama Trisna, Lurah Bulian Masri, Ketua Gapoktan Bulian Jaya Robin Sipangpang, dan Kelompok Tani Sepakat Maju.(Dipa).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *