“Subsidi kita sudah tidak cukup. Satu solusi menaikkan kuota, itupun tidak cukup dan diperkirakan akan habis pada bulan Oktober nanti. Maka mau tidak mau pemerintah terpaksa mengambil keputusan berat ini. Tapi Saya siap menerima dan melanjutkan aspirasi adik mahasiswa semua untuk kami sampaikan kepada pimpinan kami yang lebih tinggi,” kata bupati mengakhiri.
Sebelumnya dalam sambutannya, Firmansyah Lingga dari GMNI, mengatakan dialog publik ini merupakan langkah awal yang dilakukan oleh para organisasi mahasiswa untuk melakukan aksi unjuk rasa.
“Ini merupakan langkah awal dari kita untuk selanjutnya menggelar aksi demonstrasi. Kalau bisa, kami akan melakukan aksi unjuk rasa selama 1 minggu penuh, ” Ujarnya saat memberikan kata sambutan.
Menanggapi masukan dari para mahasiswa Kapolres Dairi, AKBP Wahyudi Rahman mengapresiasi langkah awal yang dilakukan oleh organisasi mahasiswa dalam melakukan dialog publik dalam mencari solusi pasca kenaikan harga BBM. Wahyudi menyebut selaku abdi negara yang tugasnya melayani, dan mengayomi masyarakat akan senantiasa menjaga Kamtibmas agar tetap kondusif.
“Dalam kesempatan dialog publik ini bisa menjadi sarana dan komunikasi kita untuk saling memberikan masukan dan saran. Kami TNI dan Polri, siap untuk menciptakan kondisi yang kondusif. Dan saat ini kami juga siap memantau penyaluran bantuan imbas kenaikan BBM ini agar tepat sasaran,” ujar Kapolres mengakhiri.
(LM-01)

