Selanjutnya sebagai tahap awal sudah disiapkan lahan seluas 22 Ha untuk ditanami cabe yang akan dilanjutkan pada lahan lahan lain sebagai bagian dari 440ha yang sudah kita rencanakan dengan penanaman komoditi bawang merah, cabe merah kubis dan kentang.
“Kita harapkan program ini, tidak membebani anggaran pemerintah tapi kita menggunakan ekosistem KUR klaster dimana petani bisa mengakses KUR, yang disediakan pemerintah. Pemerintah akan membangun infrastruktur pertanian diantaranya jalan, irigasi, gudang penampungan, sedangkan untuk alsintan bisa dikelola koperasi yang juga bisa diakses melalui KUR,” kata Robot Simanullang.
Kadis Pertanian ini menjelaskan, untuk seluruh program pertanian seluas 400 Ha tersebut akan dikawal ketat melalui pendampingan dari PPL, mulai dari tahap tanam hingga panen. Pendampingan dilakukan untuk memperoleh kemudahan permodalan dari bank diikuti penyuluhan saat budidaya, penyediaan infrastruktur danĀ jaminan pemasaran, sekaligus membawa teknologi pertanian seperti irigasi presisi untuk mendukung peningkatan produktifitas komoditi ini.
“Saya laporkan ke pak bupati dari 8 hari kerja, sudah tercapai 16 ha, kita harap 3 hari kedepan untuk untuk 22 Ha lahan awal sudah siap, kita diamkan dulu, lalu kita router, selanjutnya kita siapkan untuk tanam sehingga sesuai dengan hasil komunikasi dengan dinas tanaman pangan dan hortikultura Provinsi Sumatera Utara bulan Oktober mendatang sudah bisa dilaunching,” ujar kadis ini mengakhiri wawancara.
Sebagai informasi, program ini adalah atensi Gubernur, Eddy Rahmayadi, diman hanya ada 3 kabupaten yang disertakan dalam kegiatan termasuk Pakpak Bharat dan Karo.
(LM-01)
