Leo mengatakan program sinergi sekolah dan TBM di Malinau mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi mitra pembangunan seperti INOVASI, dan perusahaan yang beroperasi di sana melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Selain pelatihan untuk pegiat TBM, dukungan juga diberikan dalam bentuk hibah buku cerita anak dan pembiayaan operasional TBM.
Khusus untuk buku cerita anak, buku-buku yang digunakan sekolah dan TBM di Malinau, kontennya sudah ditulis sendiri oleh guru-guru Kaltara. Karya-karya ini kemudian didesain sesuai standar internasional oleh Yayasan Litara di Bandung, Jawa Barat. Konten buku-buku ini mengambil cerita lokal sehingga mudah dipahami anak-anak di Malinau. “Sedangkan pengadaan atau percetakan bukunya sendiri didukung oleh PT. Mitrabara Adiperdana, Tbk dan PT. Baradinamika Mudasukses melalui program CSR,” terangnya.
IKBM berdiri pada 6 September 2019. IKBM lahir seiring pertumbuhan perpustakaan desa (perpusdes) dan TBM di Kabupaten Malinau. Organisasi ini dibentuk untuk menjembatani komunikasi antara pegiat literasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi mitra pembangunan, dan perusahaan-perusahaan melalui program CSR. Sampai September 2022, sebanyak 28 TBM, perpusdes, dan komunitas di 17 desa telah bergabung dalam IKBM. Operasional kegiatan TBM dibiayai oleh pemerintah desa melalui dana desa dan alokasi dana desa.
Festival Literasi Indonesia (FLI) digelar oleh Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Kemdikbudristek bekerja sama denga Forum TBM. FLI dihadiri pegiat literasi dan pengurus TBM dari seluruh Indonesia. FLI tahun ini digelar di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, 28 September – 1 Oktober 2022. Adapun tema yang diusung adalah Transformasi Literasi dalam Konteks Merdeka Belajar.
(LM-01)
