Tentu, kata Nerlista saya tak bisa melakukan itu sendiri, namun butuh dukungan dan support dari semua pihak, mulai dari murid, orangtua murid, para guru pengajar, pemerintah desa, bahkan pemerintah kabupaten. Bila bahu-membahu, nazar saya membangun kampung kelahiran dari bidang pendidikan akan bisa kita tercapai, walau perlahan,” ucapnya lagi.
Ia mengaku, setahun lebih mengemban tugas tentu belum banyak yang bisa Ia perbuat untuk desa dan sekolah yang Ia pimpin. Namun Ia punya keyakinan penuh, dari berbagai aktifitas sederhana seperti Ekstra kurikuler Pramuka, dan rencana les tambahan bahasa Inggris untuk kelas IV dan V dengan bekerjasama dengan sebuah yayasan akan membuahkan hasil yang maksimal.
“Saya ingin anak didik saya juga mampu bersaing dengan siswa di luar sana, paling tidak bisa ikut menikmati pendidikan yang sewajarnya memang harus mereka dapatkan. Inilah perjuangan saya untuk sekolah dan kampung saya. Saya yakin doa dan perjuangan saya akan diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,’ katanya mengakhiri.
Nerlista menyebut, sebuah prestasi kecil pernah diraih oleh muridnya, yakni sebagai peserta olimpiade matematika tingkat kecamatan walau hanya meraih peringkat 10.
(LM-01)
