PAKPAK BHARAT – LIPUTAN68.COM – Matahari baru saja beranjak naik ketika kami tiba di Delleng Simenoto. Ini kali ketiga kami datangbketempat ini, masih samaa seperti tahun kemrin, kabut tebal senantiasa menyelimuti puncak bukit kecil yang sakral ini. Hari ini kami kembali kesini, guna melihat dan mengikuti rangkaian ritual adat “Menanda Tahun” yang dilaksanakan oleh Marga Manik setiap tahun ditempat ini.
Menanda tahun adalah sebuah upacara yang diselenggarakan setahun sekali oleh Marga-Marga yang ada di tanah Pakpak menjelang pelaksanaan pembukaan ladang. Upacara ini selalu diselenggarakan menjelang musim tanam, agar tidak menyalahi apa yang dipercaya sebagai ketentuan-ketentuan penguasa alam gaib bagi kelestarian ekosistem. Berladang bagi masyarakat Pakpak bukan hanya untuk tujuan ekonomi, tetapi berkaitan dengan aspek kebutuhan sosial dan religi.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk mendukung pelaksanaan kerja-kerja adat dan budaya, i i untuk mendukung upaya pelestarian adat dan budaya Pakpak tetap eksis dalam semua sendi kehidupan, jelas Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu yang hadir mewakili Bupati.
Sebagai wujud dukungan ini Pemerintah Pakpak Bharat beberapa hari yang lalu telah menyerahkan satu ekor kerbau kepada panitia pelaksanan menananda tahun ini.
Pelaksanaan ritual menanda tahun Marga Manik Sisada Rube Sitellu Desa Sienenm Kuta ini sendiri berjalan lancar tanpa halangan apapun. Lumrah dalam setiap pelaksanaannya masyarakat Kecamatan Pergetteng-Getteng Sengkut dan masyarakat sekktar, khususnya Marga Manik bahakan dari luar Daerah berduyun menuju Delleng Simenoto tempat upacara adat ini dilaksanakan. Mereka yang tidak ikut biasanya disuruh mengurung diri didalam rumah selama proses upacara masih berlangsung. Hal ini diyakini guna menghidari hal-hal buruk terjadi, serta untuk memperoleh berkah kebaikan dalam upacara menanda tahun ini.
