Pohon

Irama percikan siang
Mengalir ke sekujur
Pelepah daun pisang
Basahi tanah ladang
Dan batang-batang pinang
Sepanjang jalan pulang

Menabuh lagu rindu
Di atap dangau
Menari-nari di dinding bambu
Memainkan bunyi perkusi
Di kaleng-kaleng bekas
Sepanjang tali pengusir burung

Hujan telah pulang
Ke peraduan: ladang dan pematang
Kebun juga hutan pepohonan
Mengirim benih pada kolam
Dan parit-parit yang mengalir
Membawa kabar,
“Esok anak ikan dan ganggang telah membayang.”

Tunggurono
7.1.2016
Oppungleladjingga

(3)
Semantika Pohon

Biarlah burung-burung datang dan pergi, berteduh, menyerbuk di bunga-bunga pohon lain. Memetik buah, menyarinya kelak tumbuh dan mekar di tanah ini. Akan rimbun daun-daun tempat setiap burung berteduh dan orang yang berlalu. Akan tumbuh aneka pohon di tepi-tepi zaman yang menjaga setiap orang bisa mengenang akarnya kuat di hati insan, batangnya tumbuh di sanubari budaya ibu, daunnya menghijau sepanjang semenanjung, buahnya ranum di setiap tepian sungai dan laut. Biarlah burung datang dan pergi memakan buah yang ranum. Biarlah burung datang dan pergi menabur biji sepanjang bukit-bukit dan tanah merah di kampung-kampung yang sunyi. Esok ia akan menjadi pohon kehidupan yang yang saling berbagi matahari dan menghadirkan mata air bening. Esok ia akan menjaga setiap butir hujan membasahi sari makanan. Tak kan pernah hilang dan musnah walau puting beliung datang meluluh lantak.Tak kan patah ranting walau lapuk dimakan oleh usia. Biarlah burung hinggap datang dan pergi. Pohon akan terus bertunas di setiap dahan, daun rimbun meneduhi tanah ibu. menjaga rindu, hidup tanpa kekerasan dan ragu.

18 Desember 2018
Oppungleladjingga

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *