Oleh :
Dr Purwadi SS M.Hum.
Ketua LOKANTARA, Lembaga Olah Kajian Nusantara.
Hp 087864404347
Kepemimpinan Jawa berjumlah 8 unsur kebajikan yang bersifat kosmis. Unsur kebajikan berlandaskan pada kebaikan alam.
1. Laku Hambeg Bantala.
Bantala berarti tanah. Istilah lainya yaitu kisma, bumi pertiwi, siti dan lemah.
Sifat tanah yang memberi kesuburan pada segala tanaman.
Pemimpin hendaknya meniru kebajikan tanah. Kepada sesama manusia selalu membawa kesejahteraan.
2. Laku Hambeg Tirta.
Tirta berarti air. Istilah lainnya yaitu banyu, warih, we, toya dan her.
Sifat air yang memberi kesegaran minuman pada setiap makhluk.
Pemimpin semestinya hadir dalam rangka menyediakan air minum. Agar badan selalu segar bugar.
3. Laku Hambeg Maruta.
Maruta berarti angin. Istilah lainnya yaitu barat, samirana, pawana, margana, warayang dan bayu.
Sifat angin yang memberi kelancaran pernapasan di mana saja.
Pemimpin di mana mestinya memberi angin yang menjadi piranti penting proses pernapasan. Tersedianya angin memungkinkan untuk bernafas secara leluasa.
4. Laku Hambeg Dahana.
Dahana berarti api. Istilah lainnya yaitu agni, pawaka, siking dan geni.
Sifat api yang mampu mematangkan barang mentah, agar lebih terasa enak.
Pemimpin sebaiknya mampu mengubah keadaan ke arah lebih baik. Dari bahan mentah menjadi masakan yang matang siap saji.
