Milenial Tiga Ajak Pilih Pemimpin Merakyat

MEDAN – LIPUTAN68.COM – Ketua Milenial Tiga Shandy Saragi mengatakan, kaum milenial dan Z menjadi kelompok pemilih terbesar pada Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Ini menunjukkan kepentingan besar dari kelompok ini dalam arah masa depan negara.

“Anak muda umumnya menginginkan pemimpin yang merakkat, visioner, terbuka, dan responsif terhadap isu-isu sosial, teknologi, dan lingkungan,” ujar pria yang akrab disapa Oslenk usai acara Millenial Tiga menggelar Democration Talk dengan tema Pemimpin Ideal di Mata Kaum Milenial (Pemimpin Gimmick atau Merakyat) di Hitam Putih Coffee Jalan Pasar Baru No 54, Medan Selayang, Jumat (8/12/2023).

Lebih lanjut, Oslenk bilang, pemimpin yang diinginkan kaum milenial adalah mereka yang mampu berkomunikasi secara efektif, memahami kebutuhan rakyat, dan memiliki kesadaran akan kesetaraan serta keadilan.

“Pemimpin merakyat yang mendengarkan aspirasi serta bersedia terlibat langsung dengan masyarakat dianggap lebih diinginkan,” bebernya.

Liputan JUGA  Menuju Senayan 2024, Neng Evi Syamsiah Lanjutkan Safari Politik di Batu Bulan Gianyar

Pemimpin yang merakyat, kata Oslenk, biasanya dianggap lebih mampu memahami dan mewakili kebutuhan serta aspirasi masyarakat secara umum. Meskipun begitu, ada beragam gaya kepemimpinan yang bisa efektif, namun memiliki keterhubungan dengan rakyat dapat menjadi nilai tambah yang besar.

“Kemampuan untuk terhubung dengan rakyat, mendengarkan masukan mereka, dan bertindak sesuai dengan kebutuhan adalah hal penting dalam kepemimpinan yang efektif,” tuturnya.

Disatu sisi, Oslenk menilai golput mungkin terlihat sebagai bentuk protes, tapi dalam konteks pemilu yang penting, menyuarakan hak pilih seringkali lebih efektif daripada golput. Partisipasi dalam pemilu memungkinkan pemilih untuk memengaruhi arah politik dan pemilihan pemimpin yang diharapkan. “Jadi, lebih baik mencari pemimpin yang sesuai dengan harapan daripada tidak berpartisipasi sama sekali,” tandasnya.

Liputan JUGA  Ketua GMNI Pacitan: "Justru Yang Betul-Betul Butuh Diajari Tentang Pemahaman Akan Nilai-Nilai Pancasila Itu Ya Para Pejabat-Pejabat Itu"

Sementara itu, Fredick Broven Ekayanta menyampaikan, saat ini dengan tingginya jumlah pemilih dari kaum milenial yang akrab disebut Gen Z, membuat media sosial adalah sesuatu yang seksi sebagai sarana kampanye jelang Pemilu dan Pilpres 2024.

“Fenomena ini sendiri ditangkap para calon presiden yang akan bertarung pada perhelatan Pilpres 2024 mendatang. Namun, jangan maraknya berkampanye di medsos hanya menghasilkan gimmick-gimmick yang terbilang tak penting dalam menampilkan visi dan misi,” jelasnya.

Dijelaskan Fredick, saat ini medsos yang digemari kaum millenial adalah platform yang menyajikan durasi pendek, seperti Tik Tok dan Instagram.

  Banner Iklan Sariksa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *