LSM JARRAK Bali Terima Aduan Gusti Suardika Tuntut Keadilan Anak Perempuan Diperlakukan Tidak Manusiawi

Tak hanya itu, anak perempuannya juga mendapatkan perlakuan yang buruk, karena tidak diperkenankan melihat, menyentuh dan memegang anaknya sendiri yang masih tergolong bayi.

“Adik ipar dari anak perempuan saya yang tidak punya hak memiliki anak itu, kenapa dia itu teriak melarang anak saya mengajak anaknya. Jadi, karena keributan adik ipar anak saya, saya secara refleks tidak terima dan marah atas perlakuan itu hingga saling menantang dengan besan saya,” sebutnya.

Bahkan, Gusti Suardika diusir secara tidak hormat oleh keluarga menantu, khususnya besan laki-laki dan perempuan, termasuk menantunya yang tega berkata kasar terhadap dirinya.

“Saat diajak di Denpasar, menantu saya jangankan berbicara kasar, kalau tidak diajak ngomong dia tidak nyahut. Orangnya kelihatan begitu polos seperti mukanya sekarang, kenyataannya dirumahnya sendiri, menantu saya berani mengusir saya dan membilang saya anjing dan bilang tidak sudi lagi punya istri anak saya, setelah anak saya melahirkan,” sesalnya.

Parahnya lagi, anak perempuannya saat mengaku dihamili oleh menantunya, diakui besan keluarga pihak menantu dinilai plin plan dan 100 persen tidak bertanggung jawab hingga dirinya keras menuntut pada waktu itu.

“Karena seperti itu kejadiannya, jadinya saya selaku orangtua merasa betul-betul harga diri saya sudah tidak dianggap sama pihak menantu saya, itu sudah betul-betul diinjak dan diremehkan,” tegasnya.

“Saya kesana karena berdasarkan banyak bukti, termasuk ada pihak keluarga yang menjadi aparat secara aktif saya ajak kesana, hadir untuk menyaksikan upacara tiga bulanan cucu saya secara adat Bali juga diusir secara tidak hormat. Itu ada saksi sehingga saya berani sampaikan itu,” pungkasnya. (RED).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *