Penggerak Komunitas Belajar Sangat Antusias Ikut Kegiatan Penghargaan dari BGP NTT

“Tentu karena ini masih berkaitan dengan pendidikan, jadi sekarang yang sedang digaungkan itu adalah koumunitas belajar terutama dalam implementasi kurikulum merdeka, jadi kumunitas belajar ini, kita sebenarnya fokuskan untuk bisa didalam sekolah.

Komunitas belajar inikan ada komunitas belajar dalam sekolah dan antara sekolah, ada juga komunitas belajar daring, yang mau lebih kita gaungkan itu adalah komunitas belajar dalam sekolah sehingga guru-guru dan ekosistem dalam sekolah itu, kepala sekolah, pengawas bisa punya komunitas untuk mereka berbicara apapun yang terkait dengan murid untuk pengembangan kualitas belajar murid, dan untuk peningkatan kompetensi dari guru yang ada di Sekolah masing-masing,” ucapnya.

Lanjut Stevany, jadi proses dalam seleksi ini, setelah penjurian dan seleksi administrasi dan substansi, ada beberapa berkas yang harus dilengkapi, yang pertama tentunya rekomendasi dari Dinas Pendidikan, kemudian ada profil komunitas belajarnya serta persyaratan pendukung lainnya.

Selain itu Ketua Tim Kemitraan Humas dan Publikasi BGP Provinsi NTT, Marnia Yasin, S.Kom mengatakan bahwa ajang ini sebagai bentuk pembelajaran bersama.

“Yang paling utama dalam ajang ini saling belajar dan memebelajarkan, bertukar inspirasi. Jadi mungkin komunitas ini praktiknya berbeda dengan yang itu mungkin bisa diterapkan , jadi saling bertukar inspirasi,” jelasnya

“Harapannya kegiatan ini bisa berampak positif, bukan hanya kepada peserta tetapi juga kepada murid. Jadi semua apapun yang dilakukan oleh guru-guru ini tujuannya untuk pembelajaran di kelas, jadi praktik praktik terbaik itu bukan hanya untuk dipubliksikan tetapi untuk diterapkan di kelas masing-masing,” pungkas Nia. *** (Mario Langun)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *