
NTT, Liputan68.com- Bank Indonesia Siapkan Pemanfaatan Limbah Operasional untuk mendukung Pengembangan Sistem Energi Biomass cofiring di PLTU Bolok milik PLN UIW NTT.
Bank Indonesia bersinergi dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT mengembangkan program pemanfaatan limbah operasional Bank Indonesia sebagai bahan baku cofiring Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok bersama forkompimda pada Hari Kamis,(29/8/2024).
Kerjasama ini ditandai dengan Penandatanganan Berita Acara Pelaksanaan Pilot Project dan meninjau langsung lokasi mixing batu bara dengan bahan biomassa Limbah Operasional Bank Indonesia yang dicampurkan dengan batu bara yang nantinya menjadi bahan bakar untuk membantu pasokan kelistrikan Pulau Timor.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Agus Sistyo Widjajati menjelaskan, sinergi BI bersama PLN ini merupakan upaya bersama untuk menekan emisi karbon dan mencapai net zero emission pada 2060 mendatang.
“Kerjasama ini kita laksanakan untuk bagaimana memanfaatkan limbah operasional ini menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat untuk masyarakat. Semua sudah diracik, sudah melebur, sehingga ini kita sebut menjadi limbah operasional yang daripada dibuang begitu saja,” ungkap Agus.
