“Gak ada yang mau dirubah, yang ada harus dilanjutkan. Kalau ‘marganti majo’, berarti berganti dari laki-laki ke perempuan,” tegasnya.
Faber turut mengajak masyarakat di lima desa untuk memilih pemimpin Taput nomor urut 1, Satika – Sarlandy. Menurutnya hanya Satika-Sarlandy yang nantinya bisa melanjutkan pembangunan Nikson Nababan yang sudah teruji di Kecamatan Pangaribuan.
“Mari bersama-sama memilih dan memenangkan Satika – Sarlandy. Pak Nikson Nababan itu seorang petarung. Jangan kita hiraukan lagi.Tugas kita memilih dan memenangkan Satika – Sarlandy tanggal 27 November 2024,” tegasnya.
Ketua Umum Tim Pemenangan Satika-Sarlandy, Nikson Nababan pada kesempatan itu melantik dan mengambil sumpah janji para saksi TPS dan relawan di Desa Lumban Sormin, Batu Manumpak, Lumban Sormin, Parsibarungan, Pakpahan dan Parsorminan. Turut melantik tim pemenangan TPS Kenegerian Sigotom yakni Desa Sogotom Julu, Sigotom Timur, Godung Borotan , Dolok Nauli dan Parratusan yang dipusatkan di Desa Sigotom Julu.
“Satika – Sarlandy bukan belajar lagi, sudah berpengalaman dan tinggal melanjutkan pembangunan yang lebih baik lagi. Satika Simamora sudah menemani saya selama sepuluh tahun. Sarlandy Hutabarat birokrasi tulen dan sudah mendampingi saya selama lima tahun. Sudah berpengalaman, tidak diragukan lagi dan tinggal melanjutkan,” ucapnya.
Ketua PDIP Taput itu juga berpesan agar masyarakat jangan mau terobsesi dengan janji-janji paslon yang belum jelas.
“Berbagai cara mereka lakukan, mulai dari selebaran foto porno yang diedit mirip gambar istri saya, hasutan-hasutan dengan kata-kata ‘marganti majo’, ‘tolak dinasti’, ‘perubahan’. Apa yang harus berubah, kalau marganti majo, ya berganti ke wanita. Seorang ibulah sebenarnya pemimpin yang tangguh. Jangan mau warga Taput dibodoh-bodohi. Mari adu program, biar masyarakat memilih dan menentukan hak demokrasinya tanpa intervensi yang menjurus ke hujatan dan pertikaian,” tegas Nikson.
Paslon Satika Simamora dan Sarlandy Hutabarat merupakan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara nomor urut 1, mengusung tagline ‘berkarya berkelanjutan, huha holongi doho, dang acci ceng berbuat baik’. (*)

