Masyarakat Purbatua dan Simangumban Taput Siap Dipimpin Seorang Ibu

“Kabupaten Taput tidak akan bisa maju jika generasi muda dan masyarakat kita masih banyak terlihat peredaran dan penggunaan narkoba. Untuk itu kami pasangan Satika-Sarlandy berkomitmen memberantas peredaran narkoba di Taput di masa kepemimpinan kami kelak,” tegasnya.

Politisi PDIP ini juga menegaskan, Taput membutuhkan sumber daya dari kaum milenial untuk mewujudkan visi misinya. Ia telah berkomitmen dalam pemerintahannya akan melibatkan kaum muda dalam membangun Kabupaten Taput.

“Partisipasi aktif kaum muda sangat kami harapkan untuk bersama-sama menyusun program kerja sesuai visi kami menjadikan Kabupaten Taput berdaya saing, berkarakter, dan berkeadilan. Begitupun kaum lansia yang selama ini sudah saya perhatikan, tidak akan mungkin saya tinggalkan jika nanti terpilih menjadi bupati,” kata Satika.

Soal pemberantasan narkoba, Cawabup Sarlandy Hutabarat sebelumnya menegaskan menolak keras peredaran narkoba, sebab sangat merusak diri dan generasi muda Kabupaten Taput.

“Mari tolak peredaran narkoba dan judi di Kabupaten Taput taput khususnya di Kecamatan Purbatua. Jangan mudah terpengaruh dan mari kita sadar agar jangan sampai generasi muda Purbatua dimanfaatkan dan dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab dan hanya mencari keuntungan,” ujar Wabup Taput periode 2019-2024 tersebut.

Sarlandy juga mengajak seluruh masyarakat di Purbatua terutama para koordinator desa dan kecamatan untuk dapat bekerja maksimal memenangkan Satika – Sarlandy pada Rabu, 27 November 2024.

Turut dilakukan pelantikan Tim Pengurus TPS dan Relawan Satika-Sarlandy oleh Ketua Umum Tim Pemenangan Satika-Sarlandy, Nikson Nababan. Dalam amanatnya, Nikson menekankan kepada tim yang dilantik bekerja jujur dan penuh tanggungjawab untuk satu tujuan memenangkan Satika-Sarlandy.

“Ajaklah keluarga, tetangga, saudara dan teman-teman kita untuk datang ke TPS tanggal 27 November 2024 memilih pasangan nomor urut 1, Sartika Sarlandy. Target kita menang 80 persen di Kecamatan Purbatua. Saatnya perempuan menjadi bupati di Tapanuli Utara,” kata Nikson. (*)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *