Massa Pendukung JTP-Dens Diduga Ingin Mencelakai Paslon Satika-Sarlandy

Pihaknya juga segera melaporkan kejadian ini ke Polres Taput berikut membawa sejumlah saksi dan korban pertikaian dampak insiden tersebut.

“Kenapa sejauh ini kita belum membuat laporan, dikarenakan korban dari tim kita masih dalam keadaan sakit usai mendapat penyerangan dari tim pendukung mereka. Intinya kami segera melayangkan laporan polisi sekaligus membawa hasil visum korban yang mengalami penyerangan dalam insiden itu,” ungkapnya.

Anggota Satgas Satika-Sarlandy sekaligus korban, Douglas Tobing, menunjukkan bekas luka yang dialaminya pasca penyerangan oleh tim pendukung JTP-Dens.

Douglas Tobing, salah satu korban keganasan tim pendukung JTP-Dens, dalam kesempatan itu memperlihatkan kepada wartawan bekas luka lebam di siku kiri, leher bagian belakang serta kepala dampak penyerangan dari massa paslon nomor urut 2 terhadapnya.

“Saya dihantam pakai balok oleh mereka sehingga membuat beberapa bagian tubuh saya mengalami luka. Lebih parahnya lagi terjadi penyerangan terhadap rekan kami sesama satgas, saat awal penyerangan oleh mereka dengan memakai kunci roda,” ungkapnya.

Douglas mengaku segera akan melakukan visum ke dokter dan melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke Polres Taput. Ia pun mengungkapkan bahwa mereka ada melihat kunci roda, balok, dan benda-benda keras lainnya ada di kendaraan branding masa pendukung JTP-Dens.

“Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api. Dan tentunya kalau mereka jual, kami beli,” ujar dia.

Anggota DPRD Sumut Fraksi PDIP, Paltak Siburian, menegaskan pihaknya akan mengawal kasus ini secara ketat dan berharap Polres Taput bekerja profesional.

“Kami juga mendorong Kapolres Taput dan jajarannya untuk memproses dan menangani setiap laporan secara proporsional. Kami akan lihat sampai di mana perkembangannya nanti, setelah itu tentu akan bersikap sebagaimana mestinya,” katanya.

Polres Taput, imbuh Paltak Siburian, harus bersikap netral di Pilkada ini, jangan terlibat politik praktis sebab hal itu akan menjadi pemicu pesta demokrasi di Taput justru berlangsung chaos.

“Jangan sampai Pilkada yang kita harapkan ini dilakukan dengan riang gembira justru yang faktanya terjadi pertumpahan darah sesama warga Taput. Kita ini mau memilih pemimpin terbaik untuk Kabupaten Taput, bukan mau saling adu otot dan jotos. Sekali lagi kami mengingatkan agar Kapolres Taput dan jajarannya bekerja profesional dan penuh tanggungjawab, sesuai tugas pokok fungsinya sebagai pengamanan Pilkada dan proporsional dalam menangani setiap laporan,” ujarnya. (*)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *