Hadiri acara penyerahan penghargaan KOIN YANLIK 2024, Pj. Gubernur Andriko Susanto Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik di NTT

Lebih lanjut ia menjelaskan TOP Inovasi KOIN-YANLIK 2024 ini adalah praktik penyelenggaraan pelayanan publik yang mudah, murah, cepat, berkualitas dan berkesinambungan serta diharapkan dapat berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik. “TOP Inovasi ini diharapkan juga menjadi praktik baik pelayanan publik yang dapat direplikasi oleh unit penyelenggara pelayanan publik lain terutama yang mempunyai karateristik masalah dan geografis yang sama” Jelasnya.

Yones Eka Lamuri, S.STP, Lurah Balela, Kabupaten Flores Timur yang merupakan Inovator Peraih Penghargaan Top 20 KOIN YANLIK, dengan nama inovasi “LAPOR PAK LURAH” saat ditemui tim media Biro Adpim setda Provinsi NTT menjelaskan bahwa Inovasi “Lapor Pak Lurah” ini merupakan inovasi yang memanfaatkan aplikasi WhatsApp (WA) dimana pengguna aplikasi terbesar masyarakat yaitu WA sehingga masyarakat tidak perlu diarahkan untuk mendownload aplikasi baru, dan sudah terintegrasi dalam aplikasi WA dengan berbagai layanan, baik itu administrasi hingga layanan pengaduan masyarakat.

“Artinya melalui inovasi ini masyarakat dapat mengadu terkait permasalahan-permasalahan baik administrasi maupun pengaduan masyarakat yang terjadi dengan tidak perlu ke kantor tetapi bisa diakses dari rumah saja dan harapannya inovasi ini juga bisa di replikasi oleh kelurahan-kelurahan lain dalam mempermudah memberikan pelayanan kepada masyarakat” Jelasnya

Adapun Top 20 Inovasi yang mendapat penghargaan yaitu, Judul inovasi Alat Tenun Lepas Pasang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT – SMK Negeri 4 Kupang, Aplikasi Elektronik Layanan Rekomendasi Atas Lokasi Tanah (ALEKOT) dari Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Kupang, Desa Wisata Inklusi dan Tangguh Dalam Kolaborasi Pentahelix dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur, Gerakan Sayang Anak (GERSANG) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, Guru Asuh Mencegah Anak Putus Sekolah oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT SMA Negeri 5 Kupang, Jalan Lain Desa Tubu Menuju Sejahtera (JALIN SATU MESRA) dari Bumdes Pala Opat Desa Tubu Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Lapor Pak Lurah dari Kelurahan Balela Kabupaten Flores Timur, Mangrover SMANTIG BERSINAR dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT SMA Negeri 3 Waingapu, PAMBUHANG NA ANAKIADA dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumba Timur, Pelopor Karakter Nilai Canossa (PKNC) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang (SD Katolik Canossa), Podcast Sekolah sebagai Sarana Peningkatan Literasi dan Public Speaking Peserta Didik SMAN 5 Kupang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT SMA Negeri 5 Kupang, Safari Sehat Jiwa ODGJ dari UPTD Puskesmas Todo Kabupaten Manggarai, SAMA RASA dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Kabupaten Manggarai Barat, SI RABI BELU dari Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, SIMPONIVET dari UPTD Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT, Sorgum Bantu Atasi Stunting (SOBAT ASI) dari UPT Puskesamas Napan Kabupaten Timor Tengah Utara, Spenla Peduli Bumi, Sampahku Tanggung Jawabku dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang UPTD SMP Negeri 8 Kupang, Tapenpah Just Klik (TAJUK) dari Pemerintah Desa Tapenah Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara, Tane Hoe dari SMPK St. Isidorus Lewotala Kabupaten Flores Timur.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Penjabat Walikota Kupang Linus Lusi, Pimpinan USAID ERAT Prov. NTT Fransiska Sugi, Kepala Ombudsman Prov. NTT Darius Beda Daton, Plt. Kepala Biro Organisasi Setda Prov. NTT, Djoese Nai Buti, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Drs Jahang Fansi Aldus, Tim Penilai dan para Inovator penerima Penghargaan. ***

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *