Usai pelantikan, Rico Waas didampingi sang istri, Airin, beserta keluarga besarnya menyempatkan untuk berziarah ke makam almarhum ayahandanya, Jhonny Waas di TPU Makam Pondok Rangon, Jakarta Timur.
“Saya kira tadinya setelah dilantik saya mau ke Jakarta untuk berziarah. Ternyata pelantikannya digelar di Jakarta sehingga bisa sekalian berziarah dengan pakaian dinas lengkap seperti ini,” ungkapnya.
Rico mengaku tidak pernah mengungkapkan cita-citanya kepada sang ayah semasa hidup untuk menjadi seorang wali kota Medan.
“Sebenarnya setahun sebelum musim politik bergulir, saya memang ada didorong untuk maju pencalonan di Pilkada. Beliau supportnya luar biasa saat itu dengan memberikan banyak jaringannya kepada saya. Tapi itu masih dalam ruang sketsa. Walau akhirnya tidak jadi. Begitupun beliau tetap memberikan motivasi kepada saya. Beliau semangatnya tak putus hingga akhir hayatnya,” kenang Rico.
Lantas pesan apa yang paling diingat dari sang ayah semasa hidup?
“Berkawanlah dengan seluruh masyarakat. Tidak membeda-bedakan siapa yang dikawani. Kecil, menengah, besar semua dikawani. Itulah pelajaran yang asli diberikan kepada saya, nilai-nilai yang beliau tanamkan dalam kehidupan saya. Juga tentang semangat perbaikan untuk Kota Medan,” ujar pria lulusan Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta tersebut. “Ini saya benar-benar bisa pahami setelah beliau wafat, ternyata sabahat-sahabat yang mengenal beliau bilang, Pak Johnny Waas luar biasa setidaknya (karakter) ini ada di anaknya,” pungkas Rico.

Pelayan Rakyat
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya melantik 961 kepala dan wakil kepala daerah. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan tugas utama kepala daerah adalah melayani masyarakat. Kepala daerah menurutnya wajib membela kepentingan rakyat.
“Saudara-saudara saya ingatkan, atas nama negara dan bangsa Indonesia bahwa saudara dipilih, saudara adalah pelayan rakyat, saudara adalah abdi rakyat,” katanya.
Prabowo juga mengatakan, pelantikan kali ini merupakan catatan baru sejarah Indonesia. Dimana 33 gubernur, 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota dan 85 wakil wali kota dilantik secara bersama-sama.
“Ini saya kira adalah momen bersejarah, pertama kali di negara kita. Kita memiliki demokrasi yang hidup demokrasi yang berjalan, demokrasi yang dinamis,” ucapnya.
Upacara pelantikan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subianto, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Hadir juga Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, para menteri Kabinet Merah Putih, ketua DPRD se-Indonesia dan tamu kehormatan lainnya. (*)
