Mantan Pekerja Eskalator Lapangan Merdeka Mentahkan Tudingan Dinas Perkim Cikataru

MEDAN — LIPUTAN68.COM — Pernyataan pihak Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya Tata Ruang (Perkim Cikataru) Kota Medan, dimentahkan oleh mantan pekerja eskalator revitalisasi Lapangan Merdeka Medan (LMM). Yakni soal upah pekerja yang belum dibayarkan satu minggu, bukan hitungan bulan.

“Enggak benar itu, bang. Salah dan hoaks itu informasinya,” ungkap mantan pekerja menjawab wartawan, Kamis (20/3/2025).

Ia menjelaskan, upah mingguan itu awalnya sering telat dibayarkan pihak subkontraktor. Lama kelamaan hak pekerja itu dipotong dengan alasan material hilang padahal bukan pekerja yang mengambil.

“Tetapi tetap juga tidak digaji dengan banyak alasannya. Jadi ketika uda mau gajian dia bakal nahan, terus sampai orang itu keluar sendiri dan mencari orang baru lagi, begitu seterusnya pola dia,” ungkapnya seraya menyebut pola tersebut diterapkan oleh Vincent Desranta selaku owner proyek sekaligus yang menunjuk subkontraktor untuk pekerjaan eskalator, lift dan AC di LMM. “Tapi untuk saya gaji bulanan dan beberapa orang juga gaji bulanan belum dibayar,” sambungnya.

Mengenai tudingan pencurian bahan atau alat-alat kerja perusahaan, sumber pun menepisnya. Menurut dia, ada alasan kenapa pekerja mengamankan alat-alat tersebut, lantaran upah mereka tak dibayarkan sewaktu bekerja pada proyek Kebun Bunga.

“Kalau katanya ada pekerja yang mencuri itu, sebenarnya dia cuma mengamankan alat kerja karena gak digaji waktu kerja di Kebun Bunga dan ketika dihubungi dia kembalikan tapi tetap saja haknya tidak diberikan. Dan kemudian dia manggil saudaranya (dari aparat) dan sempat ribut di depan kantor kemudian baru gaji dia dikeluarkan tapi tetap dipotong juga dengan alasan telat,” ungkapnya.

Sumber menambahkan, pola yang kerap dimainkan Vincent Desranta yakni menyuruh anggota atau ajudannya buat mencari pekerja proyek, tapi begitu kerja seminggu ataupun selesai pekerjaan tetap tidak digaji.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *