“Mungkin bagi sebagian orang, pertemuan kami ini hanya dianggap sebagai ajang nongkrong sosialita yang menghabiskan uang suami. Tapi ketahuilah, kami ini para wanita berdikari. Meski kami adalah ibu rumah tangga, kami juga pelaku usaha yang punya penghasilan sendiri,” ungkapnya.
Evi mengatakan, capacity building sangat perlu untuk menguatkan kembali organisasi, menyatukan visi dan misi Iwapi.
karya, meninggalkan jejak organisasi perempuan dengan kembali memahami tujuan organisasi.
“ Bukan hanya sekadar sarapan, namun pertemuan kami diisi dengan sharing yang bermakna. Salah satunya tentang parenting, ilmu penting yang sangat kami butuhkan untuk menjadi ibu sekaligus pendidik terbaik bagi anak-anak kami. Dan tak kalah penting, berkumpul itu bukan hanya tentang makan bersama, tapi juga menginspirasi dan saling belajar,” terangnya. (Humas)
