“Sementara PS Malaka U15 juga menunjukkan prestasi dengan menempati posisi runner-up. Kami sangat optimistis PS Malaka U17 akan meneruskan tren positif ini,” ungkapnya.
Adrianus menambahkan bahwa sejak Malaka resmi menjadi daerah otonomi baru (DOB) pada 2013, perkembangan sepak bola daerah ini menunjukkan grafik peningkatan signifikan.
Ia menilai, hal ini didorong oleh antusiasme tinggi dari generasi muda terhadap sepak bola.
“Tingginya minat dan potensi anak-anak Malaka harus terus didukung lewat pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Sepak bola bukan hanya olahraga, tapi juga ruang pembentukan karakter dan harapan masa depan,” tegas Adrianus.
Kini, semua mata tertuju pada PS Malaka U17. Di bawah kendali pelatih yang berpengalaman dan berdedikasi, publik menantikan satu hal: sejarah baru bagi sepak bola Malaka.*** (Eki Luan)
