NTT, Liputan68.com- Pemerintah Desa Takarai, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka, menunjukkan komitmen kuat dalam penguatan ekonomi berbasis desa dengan turut serta dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola BUMDes yang berlangsung di Hotel Sasando, Kupang, pada 16–19 Juli 2025.
Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi NTT ini diikuti 112 peserta dari 5 kabupaten, yaitu Kupang, TTS, TTU, Belu, dan Malaka.
Para peserta terdiri dari kepala desa, ketua BPD, hingga pengurus BUMDes yang berfokus pada penguatan kelembagaan serta peningkatan manajemen usaha berbasis potensi lokal.
Desa Takarai mengirimkan empat perwakilan, yakni Kepala Desa Yeremias Nana, S.AP, Gabriel F.H. Manek Mau (BPD), Rolandus Calvintinus Tampani, serta Yuliana Fouk Bria yang merupakan pengurus BUMDes.
Selama empat hari pelatihan, peserta dibekali materi kunci dari narasumber profesional, di antaranya:
Kerangka hukum dan tata kelola BUMDes berbasis regulasi terbaru, Strategi penguatan organisasi dan unit usaha BUMDes, Manajemen risiko dan mitigasi usaha desa, Pengembangan usaha peternakan berbasis BUMDes oleh Prof. Dr. Redemptus Wea, Kolaborasi pengembangan ayam petelur bersama CV Vin Agro Solisinda, serta Perencanaan bisnis, analisis kelayakan usaha, dan jejaring kemitraan pemasaran.
Acara ditutup pada Sabtu, 19 Juli 2025, oleh Sekretaris Dinas PMD NTT.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keberanian desa membuka unit usaha baru, legalitas BUMDes yang sesuai regulasi, serta kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal dan kemitraan.
Kepala Desa Takarai, Yeremias Nana, menyatakan bahwa wawasan dan strategi yang diperoleh dari pelatihan ini akan segera diterapkan untuk mengembangkan BUMDes Desa Takarai, khususnya sektor peternakan dan usaha produktif lainnya.*** (Eki Luan)
