NTT, Liputan68.com– Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN UIW NTT) dalam mendukung pendidikan vokasi dan transisi energi kembali diwujudkan lewat kerja sama strategis bersama SMK Negeri 5 Kota Kupang, Selasa (29/7/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 5 Kupang ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan dan kelistrikan daerah.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan inisiatif Srikandi PLN Movement, PLN hadir tidak hanya dengan bantuan fasilitas, tapi juga semangat membangun generasi cerdas energi baru terbarukan (EBT).
Plt Kepala SMKN 5 Kupang, Hebner Dakabesy, menyampaikan apresiasi mendalam kepada PLN atas kepedulian nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN. Bantuan CSR tahun ini telah digunakan untuk penguatan kapasitas guru, delapan guru telah mengikuti pelatihan di Pusat Pengembangan SDM Ketenagalistrikan dan kini menerima sertifikasi. Juga bantuan alat simulator EBT. Ini sangat bermanfaat untuk menyiapkan generasi unggul di bidang EBT,” jelasnya.
Tak hanya itu, SMKN 5 juga rutin menjalin kerja sama dengan PLN untuk program praktik kerja lapangan bagi siswa. Hebner menegaskan, bantuan CSR dari PLN akan difokuskan langsung untuk kebutuhan peserta didik.
Itha Yupukoni, Champion Srikandi PLN UIW NTT, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Srikandi Movement yang mengusung tema “Srikandi Sahabat Anak: Menyalakan Harapan melalui Pendidikan Berkualitas”.
“Kegiatan ini bertepatan dengan bulan peringatan Hari Anak Nasional. Kami ingin memberi sesuatu yang berdampak jangka panjang, bukan hanya simbolis. Sertifikasi guru dan alat simulator EBT adalah investasi masa depan,” ujarnya.
Simulator energi terbarukan yang diserahkan hari itu diharapkan membantu siswa memahami dan mempraktikkan teknologi EBT.
Ini juga menjadi dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mendorong pemanfaatan potensi besar EBT di NTT.
“Kami hadir bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih hijau dan cerdas,” tambah Itha.
Acara ini turut dihadiri langsung oleh General Manager PLN UIW NTT, Eko Sulistyono, bersama jajaran manajemen senior.
Kehadiran mereka menegaskan bahwa sinergi antara PLN dan institusi pendidikan tidak berhenti pada bantuan fisik, tetapi juga dalam bentuk pengembangan kompetensi dan karakter generasi penerus bangsa.
Melalui kolaborasi ini, PLN UIW NTT dan Srikandi PLN membuktikan bahwa pendidikan vokasi dan transisi energi dapat berjalan berdampingan, mendorong anak-anak NTT menjadi pelaku utama dalam era energi bersih masa depan.***
