Reses Yoseph Dogon di Oepura: Ajak Tata Aset dan Infrastruktur Demi Kota Kupang yang Lebih Tertib dan Terang

“GOR itu tempat umum. Masa tamu dari luar datang dan lihat jalan rusak? Itu jalan kota, bukan jalan provinsi. Harus segera diaspal dan jadi prioritas. Jangan tunggu malu baru bertindak,” tandasnya

Ia juga mengapresiasi langkah Pemkot Kupang dalam menyediakan kontainer sampah di lingkungan sekolah dan RT/RW. Namun, menurutnya, keseriusan menyelesaikan masalah lingkungan butuh tindakan nyata.

“Kami dukung program persampahan pemerintah. Tapi jangan manis di teori saja, harus ada eksekusi di lapangan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua RT 08, Ibrahim Saban, juga memberikan pandangan terkait peran pajak dalam pembangunan daerah.

Ia menyoroti masih rendahnya kesadaran bayar pajak baik PBB maupun pajak kendaraan.

“Kalau kita mau kota ini maju, pajak harus jadi perhatian bersama. Mulai dari pemerintah, TNI, Polri, sampai masyarakat umum. Masih banyak kendaraan yang menunggak PKB, dan PBB juga banyak diblokir,” ujar Ibrahim.

Ia menambahkan bahwa peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) harus menjadi tanggung jawab bersama melalui kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat.

Yoseph Dogon menutup kegiatan reses dengan komitmen bahwa semua masukan warga akan diperjuangkan lewat jalur resmi di DPRD.

Ia menegaskan pentingnya penataan kota yang menyeluruh agar Kota Kupang bisa menjadi kota yang bersih, terang, dan tertib.

“Mari kita benahi bersama. Kota ini milik kita semua,” pungkasnya.

Dalam kegiatan itu, Yoseph Dogon juga membagikan minyak goreng sebagai bentuk perhatian langsung kepada masyarakat.***

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *