Caritas Fraternitatis dari Roma ke Ende: Jejak Kasih yang Terus Hidup di Tengah Umat

NTT, Liputan68.com- Pertemuan itu bagaikan pelukan rohani yang menyatukan hati dua gembala Gereja.

Dalam tatap muka yang sederhana namun sarat makna pada Kamis, 11 September 2025, Paus Leo XIV dan Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, menghadirkan wajah Gereja yang penuh kasih, persaudaraan, dan pengharapan.

Kehangatan kata-kata Bapa Suci yang meneguhkan, berpadu dengan kerendahan hati Mgr. Budi yang mempersembahkan doa dan komitmen, melahirkan pesan mendalam bagi umat: bahwa Gereja berdiri kokoh bukan karena kekuasaan, melainkan karena kasih yang senantiasa dipelihara.

Lebih dari sekadar perjumpaan, momen ini menjadi tanda nyata bahwa Gereja universal dan Gereja lokal berjalan seiring dalam misi yang sama: menghadirkan kasih Allah di tengah dunia.

Senyum yang tulus, sapaan yang hangat, serta doa yang dipanjatkan bersama, menjadi saksi bahwa persaudaraan sejati selalu tumbuh dari kerendahan hati dan pengorbanan.

Motto yang dihidupi Mgr. Budi, Caritas Fraternitatis Maneat in Vobis yang berarti “Peliharalah Kasih Persaudaraan” terasa hidup dalam momen penuh makna ini.

Ia bukan sekadar semboyan, melainkan panggilan abadi bagi umat Allah untuk terus menjaga cinta kasih dalam kebersamaan.

Dari Roma hingga Ende, dari altar ke hati umat, semangat kasih persaudaraan itu bergaung, menjadi cahaya pengharapan di tengah dunia yang haus akan damai.

Pertemuan Paus Leo XIV dan Mgr. Budi juga menghadirkan pesan kuat bagi seluruh umat Katolik Indonesia: bahwa perjalanan iman bukan hanya soal ritual, melainkan soal bagaimana membangun relasi kasih yang nyata.

Kasih itu terwujud dalam pelayanan sederhana, dalam kesetiaan pada tugas sehari-hari, dan dalam kerelaan untuk berbagi hidup bagi sesama.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, momen penuh kasih ini mengingatkan bahwa harapan selalu hidup selama kasih dipelihara.

Dari kota abadi Roma hingga tanah Ende yang sederhana, satu pesan bergema: persaudaraan adalah harta rohani yang harus terus dijaga, agar Gereja senantiasa menjadi rumah kasih bagi semua orang.***

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *