GENERASI BEBAS NARKOBA

Oleh: SUTAN SIREGAR, SH. MH.
DOSEN Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan.

Peredaran narkoba di kalangan generasi muda menjadi salah satu tantangan besar bagi masyarakat Indonesia. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, namun penyalahgunaan narkoba tetap menjadi isu yang mengancam masa depan bangsa. Generasi muda adalah penerus dan harapan bangsa, sehingga menciptakan “Generasi Bebas Narkoba” menjadi tugas bersama. Untuk itu, perlu ada langkah-langkah strategis yang menyeluruh, yang dimulai dari pendidikan sejak dini, peran keluarga, hingga kolaborasi antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan media.

Tulisan ini bertujuan untuk membahas berbagai upaya yang dapat dilakukan dalam membentuk generasi muda yang bebas dari narkoba. Fokus utama adalah pentingnya pendidikan pencegahan narkoba di kalangan remaja, baik melalui jalur formal (sekolah) maupun non-formal (komunitas, keluarga, media sosial). Dengan kesadaran yang tinggi sejak dini, generasi muda diharapkan dapat menanggulangi ancaman narkoba dengan lebih efektif.

Peran Pendidikan di Sekolah: Peran menurut Livinson sebagaimana dikutip oleh Soerjono Soekamto adalah suatu konsep perihal apa yang dapat dilakukan individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat, peran meliputi norma-norma yang dikembangkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat dan merupakan rangkaian peraturan-peraturan yang membimbing seseorang dalam kehidupan masyarakat. Peran dapat juga disebut sebagai sesuatu yang berfungsi sebagai komponen utama atau memegang pimpinan.

Sedangkan Pendidikan sebagaimana bunyi pasal 1 angka 1 UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Jadi yang dimaksud dengan lembaga pendidikan adalah organisasi yang melakukan suatu usaha secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Oleh sebab itu peran pendidikan di sekolah sangat dibutuhkan dalam memberikan edukasi tentang bahaya narkoba, dan harus dimulai sejak tingkat dasar dan terus berlanjut hingga tingkat perguruan tinggi. Program seperti seminar, lokakarya, atau bahkan pelajaran khusus yang mengangkat topik ini bisa memberikan pemahaman lebih dalam kepada siswa tentang dampak buruk narkoba, baik dari sisi kesehatan fisik maupun psikologis.

Pentingnya Peran Keluarga: Sudarsono menyebutkan bahwa keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan pendidikan dan pembentuk karakter pada anak. Keluarga tidak akan bisa lepas dalam mengasuh seorang anak mulai dari pertumbuhan sampai perkembangan anak dalam keluarga. Maria juga menyebutkan bahwa peran keluarga mempunyai peran tinggi dalam kenakalan remaja. Hasil penelitian ini juga di dukung oleh penelitian Marina yang menemukan bahwa remaja yang terpenuhinya kebutuhan psikologisnya lebih kecil kecenderungannya terhadap perilaku yang menyimpang salah satunya penyalahgunaan NAPZA. Penelitian Asfriyanti juga menyebutkan bahwa kenakalan remaja sangat dipengaruhi dari lingkungan keluarga.
Sejalan dengan itu McMurray mengatakan bahwa lingkungan keluarga merupakan yang pertama kali dikenal oleh individu sebagai peranan penting dalam sosialisasi, sehingga keluarga yang harmonis akan memberikan contoh teladan bagi seorang anak, karena anak akan menirukan apa yang mereka lihat setiap harinya sehingga apabila keluarga yang tidak harmonis dapat berpengaruh negatif bagi mereka.

Merujuk pada pendapat dan hasil penelitian terdahulu maka, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk pola pikir dan perilaku anak. Pendidikan dalam keluarga yang mengedepankan nilai-nilai moral, keterbukaan, dan komunikasi yang sehat dapat mengurangi risiko anak-anak untuk terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Oleh sebab itu kita tidak boleh melalaikan pentingnya peran keluarga dalam membentuk pola pikir dan perilaku anak.

BAGIKAN KE :