Swipe Safe dan Dinas Pendidikan NTT Dorong Pelajar Cerdas Digital, Aman di Dunia Maya

NTT, Liputan68.com Di tengah pesatnya perkembangan dunia digital, perlindungan dan edukasi bagi pelajar menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda.

Menyadari hal itu, Yayasan Cita Masyarakat Madani dan ChildFund International meluncurkan program edukatif Swipe Safe yang menyasar siswa SMP, SMA, dan SMK di wilayah NTT.

Program Swipe Safe bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan dan kesadaran digital agar mereka mampu menjelajahi dunia maya secara aman dan bertanggung jawab.

“Program ini kami rancang untuk anak-anak usia 14 hingga 18 tahun, terutama di jenjang SMP, SMA, dan SMK. Melalui aplikasi Swipe Safe, mereka belajar bagaimana melindungi diri dari bahaya di internet,” jelas Evi Daros, Penanggung Jawab Program Swipe Safe dari Yayasan Cita Masyarakat Madani, (13/11/2025).

Aplikasi Swipe Safe ditargetkan diterapkan di 30 sekolah di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, termasuk SMK Negeri 1 Kupang, SMK Negeri 5 Kupang, dan SMK Kristen 1 Kupang.

Aplikasi ini diinstal di laboratorium komputer sekolah, dan digunakan oleh guru-guru TIK untuk memberikan pembelajaran interaktif tentang keamanan digital.

Sejak tahun 2023, tim Swipe Safe telah memberikan pelatihan bagi guru dan siswa untuk memastikan program ini berjalan efektif. Data aktivitas pengguna juga terekam otomatis, sehingga pelaksanaan dan kemajuan program dapat terus dimonitor.

“Kami meyakini aplikasi ini membawa dampak positif bagi anak-anak. Melalui pendekatan interaktif dan storytelling, mereka bisa belajar dengan cara yang menyenangkan,” tambah Evi.

Salah satu Guru Kejuruan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Kupang, Isai Godlif Munah, menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

“Program ini luar biasa. Tim Swipe Safe sudah menginstal aplikasi di seluruh komputer lab kami. Ke depan, kami akan mengintegrasikan aplikasinya dalam pembelajaran informatika agar siswa bisa belajar langsung bagaimana menjadi pengguna internet yang aman dan bertanggung jawab,” ujar Isai.

Aplikasi Swipe Safe memiliki berbagai fitur edukatif seperti Rencana Keamanan Online, Kurikulum Keamanan Digital, dan Tips Aman Berselancar di Internet.

Aplikasi ini dapat diakses melalui desktop, Android, maupun iOS, sehingga mudah digunakan di berbagai perangkat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, mengapresiasi inisiatif ini dan menyebutnya sebagai langkah nyata membangun karakter pelajar NTT di era digital.

“Anak-anak kita adalah generasi yang lahir di tengah teknologi. Karena itu, pendidikan digital tidak bisa hanya soal kemampuan teknis, tapi juga tentang karakter, tanggung jawab, dan etika. Swipe Safe membantu sekolah menciptakan ruang digital yang aman dan mendidik,” ujar Ambros Kodo.

Sementara itu, Ayub Sanam, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, menegaskan pentingnya kesadaran digital bagi siswa.

“Sekarang ini, perusahaan-perusahaan bisa menilai calon pekerja dari jejak media sosial mereka. Jadi, anak-anak perlu belajar bahwa dunia digital menyimpan rekam jejak yang memengaruhi masa depan. Swipe Safe mengajarkan mereka untuk bijak, sopan, dan cerdas di dunia maya,” jelas Ayub.

Melalui kerja sama lintas lembaga ini, NTT menjadi salah satu provinsi yang proaktif membangun budaya digital positif di sekolah.

Program Swipe Safe bukan sekadar aplikasi, tetapi gerakan edukasi yang menanamkan kesadaran bahwa keamanan digital dimulai dari diri sendiri.

Dengan dukungan Dinas Pendidikan dan guru-guru di sekolah, generasi muda NTT diharapkan tumbuh menjadi pengguna internet yang cerdas, beretika, dan siap menghadapi dunia digital dengan percaya diri.***

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *