Mengutip pepatah lama, musuh terbesar toleransi adalah diri sendiri. Keinginan untuk selalu berada di zona nyaman, dikelilingi oleh yang seragam, adalah naluri yang harus terus dilawan. Oleh karena itu, menjaga kawan yang beragam adalah sebuah perjuangan internal, sebuah komitmen untuk melawan ego dan prasangka diri. Ini adalah ikhtiar untuk memastikan bahwa taman kehidupan, dengan segala warna dan bunganya, tetap terpelihara.
Refleksi ini menegaskan bahwa dalam keberagaman sejati, kita menemukan kekuatan. Dalam cinta yang tulus, kita menemukan kedamaian. Ini adalah prinsip hidup yang akan terus saya pegang teguh.
Salam Waras Sehat Selalu
Oppungleladjingga
13 Desember 2023
Sorot Indonesia semua orang
