“Ekonomi hari ini bergerak ke arah digitalisasi. Masyarakat harus memiliki pemahaman yang utuh mengenai komoditas apa yang bernilai tinggi dan bagaimana mengakses pasar. Jika peluang pasar dipahami dengan baik, kesejahteraan petani akan lebih terjamin,” jelasnya.
Tak hanya berfokus pada aspek edukasi ekonomi, kegiatan Ngaji Tani 2 juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kerja sama GMNI Pacitan dengan Puskesmas Jeruk. Layanan ini menjadi wujud kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat desa sebagai prasyarat utama pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui forum ini, GMNI Pacitan berharap diskusi tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi langkah konkret di tingkat desa. Masyarakat diharapkan mampu memperkuat posisi tawar hasil pertanian dengan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pengelolaan pascapanen, distribusi, dan akses pasar.
Ke depan, Ngaji Tani diharapkan menjadi ruang belajar berkelanjutan yang menumbuhkan kemandirian, keadilan ekonomi, serta kesadaran kolektif dalam membangun pertanian desa yang berdaya saing di Kabupaten Pacitan.(Red/yun).








