MEDAN — LIPUTAN68.COM – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola organisasi melalui pembinaan kelembagaan di tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab). Sejak dilantik pada 20 Oktober 2025, kepengurusan Kwarda Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Kakak Dr. Dikky Anugerah, S.Sos., M.SP secara aktif melakukan konsolidasi organisasi di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Langkah pembinaan ini difokuskan pada penguatan struktur, legalitas, serta keberlanjutan kepengurusan Kwarcab agar berjalan sesuai dengan ketentuan organisasi. Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah mendorong seluruh Kwartir Cabang untuk segera melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) dan proses pelantikan pengurus secara sah. Dengan demikian, seluruh kepengurusan Gerakan Pramuka di daerah memiliki legitimasi yang kuat dan sesuai dengan konstitusi organisasi.
Dalam tiga bulan terakhir, upaya pembinaan ini menunjukkan hasil yang signifikan. Tercatat sebanyak delapan Kwartir Cabang telah berhasil melaksanakan Musyawarah Cabang dan pelantikan kepengurusan baru. Capaian ini menjadi indikator bahwa proses konsolidasi organisasi berjalan efektif dan mendapat respons positif dari jajaran kwartir cabang di Sumatera Utara.
Perkembangan terbaru juga datang dari Kabupaten Tapanuli Utara. Setelah sekian lama tidak memiliki kepengurusan yang aktif, hari ini Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tapanuli Utara, di bawah bimbingan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara, telah berhasil melaksanakan Musyawarah Cabang. Momentum ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan organisasi Gerakan Pramuka di wilayah tersebut. Dengan terbentuknya kepengurusan yang baru, diharapkan Gerakan Pramuka di Tapanuli Utara dapat berkembang lebih baik, aktif, dan mampu berkontribusi dalam pembinaan generasi muda.
Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka ditegaskan bahwa keberadaan dan legalitas kepengurusan di setiap tingkatan kwartir merupakan fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi. Musyawarah sebagai forum tertinggi di tingkat cabang menjadi mekanisme penting dalam menentukan arah kebijakan, memilih kepemimpinan, serta memastikan keberlangsungan program kerja yang terarah dan berkesinambungan.
