Politisi Partai Golkar itu mengatakan, dirinya mengenal kebiasaan Gubernur Melki sejak lama, termasuk saat mengikuti rapat maupun kegiatan pemerintahan. Ia menilai apa yang dilakukan Gubernur Melki bukan sesuatu yang aneh ataupun tidak menghargai masyarakat.
“Pak Melki dari dulu memang kalau rapat sering mencatat menggunakan HP. Jadi menurut saya itu hal biasa. Jangan langsung diasumsikan negatif. Kadang memang tergantung cara pandang orang saja. Kalau sejak awal sudah berpikir negatif terhadap seseorang, maka hal positif pun bisa dianggap negatif,” katanya.
Agustinus juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi potongan video yang beredar di media sosial.
Menurutnya, konteks sebuah kegiatan sering kali tidak terlihat utuh hanya dari video berdurasi singkat.
Ia berharap ruang digital dapat digunakan untuk membangun budaya diskusi yang sehat dan saling menghargai, terutama terhadap pemimpin daerah yang sedang bekerja melayani masyarakat.
“Yang paling penting adalah substansi kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dan bagaimana aspirasi warga ditindaklanjuti. Teknologi hari ini justru membantu pekerjaan menjadi lebih efektif,” tutupnya.***
