Liputan68.com- Semangat pembenahan dan penguatan Bank NTT mewarnai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Minggu (24/5/2026).
Forum yang dihadiri Gubernur NTT Melkiades Laka Lena bersama para bupati dan wali kota se-NTT selaku pemegang saham itu menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang diyakini menjadi fondasi penting bagi kemajuan Bank NTT ke depan.
Sejumlah agenda besar berhasil disepakati, mulai dari penyesuaian struktur direksi dan komisaris, pergantian Direktur Kepatuhan, penambahan penyertaan modal daerah, hingga pengesahan perubahan status perusahaan menjadi Bank NTT Perseroda.
RUPS yang berlangsung sejak sore hingga malam hari tersebut berjalan dinamis dan penuh semangat kolaborasi antarpemegang saham demi memperkuat posisi Bank NTT sebagai bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
“Hari ini kami melaksanakan dua agenda penting sekaligus, yaitu RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa. Semua berjalan baik dan diskusinya sangat produktif,” ujar Melkiades kepada wartawan usai rapat.
Dalam RUPS Tahunan, para pemegang saham menerima laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris serta mengevaluasi berbagai capaian kinerja perusahaan sepanjang tahun buku 2025.
Pembahasan meliputi perkembangan aset, penguatan bisnis, hingga rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR).
Menurut Melkiades, proses diskusi tersebut memberi pemahaman lebih luas kepada kepala daerah mengenai tata kelola industri perbankan.
“Kami membahas seluruh parameter Bank NTT secara detail, baik aset, pengembangan bisnis maupun CAR. Ini membuat kami semakin memahami dinamika perbankan,” katanya.
Salah satu keputusan penting dalam RUPS Luar Biasa ialah penyesuaian struktur organisasi sesuai rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Struktur yang sebelumnya dirancang terdiri dari tujuh direksi dan lima komisaris kini disesuaikan menjadi lima direksi dan tiga komisaris.
“Penyesuaian ini dilakukan sesuai rekomendasi OJK melalui perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga perusahaan,” jelas Melkiades.
RUPS juga menyepakati pergantian Direktur Kepatuhan Bank NTT. Jabatan tersebut kini dipercayakan kepada Revi Adiana menggantikan Christ Adoe.
Revi diketahui telah dinyatakan lulus uji kelayakan dan kepatutan oleh OJK serta memiliki pengalaman panjang di sektor perbankan nasional selama kurang lebih 30 tahun di Bank Jatim.
