Ulang Tahun Kota Medan ke-430 di Tengah Pandemi, Begini Kata Akhyar dan Ketua DPRD Medan

MEDAN – LIPUTAN68.COM – Memperingati hari jadi kota Medan ke-430, Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengaku saat ini Pemko Medan tengah fokus menekan angka penularan Covid-19.

“Ulang tahun kota Medan kali ini kita sedang dilanda pandemi Covid-19, kita fokus penanganan Covid-19 terkait memutus rantai penyebarannya, mengobati yang sakit, dan mengatasi dampak-dampak dari Covid-19 ini. Seperti dampak ekonomi, dampak sosial dampak budaya, dan dampak psikologis. kami Pemko Medan mengajak seluruh komponen dan elemen kota Medan bersama-sama bekerja saling membahu-membahu bergotong-royong, mengatasi hal ini bersama-sama,” katanya.

Sebagai upaya menekan angka penularan Covid-19, Akhyar mengatakan Pemko Medan saat ini tengah melakukan skrining massal bagi masyarakat yang diduga memiliki potensi tertular atau menularkan.

“Sehingga dengan cepatnya dilakukan skrining ini, kita isolasi kita obati, karena saat ini di Kota Medan banyak orang yang OTG yang mengakibatkan dia menularkan ke banyak orang. Pemko Medan sedang mempersiapkan Rumah Sakit Pirgadi untuk menanganinya,” katanya.

Kepada awak media pada Rabu (1/7/2020) Akhyar mengatakan, jumlah warga Kota Medan yang positif Covid-19 terus meningkat, kini memasuki angka ribuan orang. Dari jumlah tersebut, katanya berdampak besar terhadap pengeluaran dan pendapatan Pemko, meski demikian Akhyar mengaku akan transpanran dalam penggunaan anggaran.

”Anggarannya telah kami persiapkan dan kami akan selalu terbuka terkait penanganan Covid-19, termasuk penggunaan anggarannya. Tidak ada yang ditutupi, ini amanah dan tanggung jawab bersama. Kita berharap pandemi Covid-19 segera berakhir di Kota Medan, serta seluruh masyarakatnya senantiasa sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Dengan kebersamaan dan semangat yang tinggi, mari kita hadapi pandemi Covid-19 dengan senantiasa mengikuti protokol kesehatan,” ungkapnya

Selain itu kata Akhyar Pemko Medan juga telah membuat perwal yang saat ini tengah disinkronisasikan dengan pemerintahan provinsi yaitu Perwal Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Kita saat ini giat mengubah kultur masyarakat agar dapat beradaptasi dengan keadaan normal baru yang sebentar lagi akan kita masuki secara serentak se-Sumut. Dengan menyiapkan Perwal yang mengatur tentang Pedoman Adaptasi kebiasaan Baru, sehingga masyarakat dapat melakukan aktifitas di tengah pandemi Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan,” ucapnya.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *