MEDAN – LIPUTAN68.COM – Keberadaan Perguruan Tinggi (PT) di suatu daerah memiliki banyak manfaat langsung maupun tidak langsung terhadap daerah itu sendiri. Terkhusus dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) serta implementasi Tri Dharma PT di tengah masyarakat.
“Tiga pilar PT sama-sama penting, namun harapan saya pengabdian masyarakat lebih ditingkatkan lagi. Memberi dampak nyata di tengah masyarakat,” ucap Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) R Sabrina saat menghadiri acara Pelantikan Rektor Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas periode 2020 – 2024 Sihol Situngkir, Rabu (15/7), di Gedung BM lantai 2 Unika Santo Thomas, Jalan Setia Budi Nomor 479 F Tanjung Sari, Medan.
Sabrina menilai mahasiswa memiliki karakteristik tersendiri dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat. Cenderung lebih mudah diterima dan mengakrabkan diri dengan masyarakat. “Hal ini harus dimanfaatkan, untuk membawa ilmu-ilmu yang diperoleh di kampus ke tengah-tengah masyarakat melalui aplikasi nyata,” pesan Sabrina.
Dengan dilantiknya rektor baru, Sabrina berharap dapat mengantarkan Unika Santo Thomas menjadi salah satu PTS berkualitas yang diperhitungkan di Indonesia. Kemudian, membawa kontribusi khususnya dalam pembangunan Sumut.
Sabrina juga mengucapkan selamat bertugas kepada Rektor Unika Santo Thomas Sihol Situngkir. Diharapkannya, Sihol Situngkir membawa semangat baru dan perubahan baru yang lebih baik untuk Unika Santo Thomas. Apalagi, Sihol Situngkir juga memiliki rekam jejak yang hebat baik di level nasional maupun internasional. “Mudah-mudahan program-program Bapak segera terealisasi secepat mungkin,” harap Sabrina.
Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut Dian Armanto menyampaikan dua hal penting yang harus diperhatikan pimpinan dan manajemen PT. Keduanya ialah kampus sehat dan kampus berkualitas. Saat ini, kata Dian, Unika Santo Thomas telah mencapai kampus sehat. Hal ini diukur dari PT terdaftar, prodi terdaftar, mahasiswa terdaftar dan indikator lainnya.
“Sekarang yang menjadi tantangan adalah menjadi kampus berkualitas. Salah satu ukurannya yakni akreditasi. Dari 223 PTS di Sumut, hanya 1 yang akreditasi A. Saya berharap Unika Santo Thomas juga harus berjuang untuk meningkatkan akreditasi meraih A. Salah satunya caranya adalah perpaduan kerja sama yang baik antara pihak rektorat dan yayasan,” pesan Dian.
