Oleh: NYOMAN TIRTAWAN, politisi NasDem/mantan anggota DPRD Bali 2014-19
I. REVOLUSI PENDIDIKAN
Fondasi Bangsa sangat menentukan sebuah kualitas konstruksi masa depan bangsa. Selama ini kurikulum pendidikan ada hal yang sangat esensial terlupakan yaitu pembentukan karakter peserta didik secara konkrit. Dari dulu peserta didik fokus untuk menghafal teori tanpa dilakukan upaya pembentukan karakter.
Anak SD sampai SLTA hafal dengan teori jika membuang sampah harus pada tempatnya (tidak sembarangan ), namun kenyataan termasuk orang tua pun buang sampah sembarangan. Faktanya lingkungan kita jorok dan mengancam ekosistem termasuk ancaman yang sangat serius di era persaingan global. Maka dari itu Negara harus memasukan KURIKULUM LINGKUNGAN ke semua elemen pendidikan dari TK ( Taman Kanak – Kanak) sampai SLTA. Kita ketahui bersama bahwa lingkungan disekitar pada umumnya jorok, kotor dan sangat memperihatinkan.
Hal pertama perlu kita ketahui dan sampaikan kepada seluruh generasi bangsa bahwa semua Negara maju,kaya dan makmur memiliki Lingkungan Bersih. Bersih itu sehat dan jika kita sehat maka dapat bekerja/produktif. Bersih itu indah,dengan keindahan yg Negara miliki mampu meningkatkan Dunia Pariwisata ( Devisa negara meningkat). Sebaliknya jika lingkungan jorok,berimplikasi pada buruknya kesehatan. Jika sakit,yang kaya bisa jatuh miskin dan yang miskin cepat mati. Akhirnya Bangsa lemah,bodoh dan bisa dijajah lagi . Cara pemerintah untuk brain wash ( cuci otak ) peserta didik dengan metoda komparasi seperti di bawah ini;
Sajikan potret/gambar/video negara maju dengan contoh Sungai yang airnya bersih, ikan sehatsehat dan pinggiran Sungai tamannya asri/Indah >< Sajikan potret/gambar/video negara miskin dengan Sungainya yang jorok, ikan pada mati serta pinggiran Sungai yang tamannya jelek. Terus kasi pilihan apakah mereka mau pilih Sungai Bersih apa Sungai kotor? Kita yakin mereka pilih yg Bersih. Sajikan statistik bahwa orang yang tinggal di daerah Bersih hidupnya sehat dan panjang umur >< orang yang tinggal di daerah jorok cenderung sakit-sakitan dan pendek umur/cepet mati. Kita yakin apa pilihan kita dan generasi kita. Statistik bahwa orang yg hidup dengan lingkungan Bersih tingkat produktifitasnya tinggi, income/pendapatannya besar dan tentu sejahtera >< orang yang hidup dilingkungan jorok tingkat produktifitasnya rendah dan tentu hidup miskin. Setelah itu kita bisa pancing semua peserta didik dan ajak untuk membersihkan Lingkungan secara berkelanjutan ( tiap hari sabtu sekitar 50 juta siswa Indonesia bersih-bersih) Dengan KURIKULUM LINGKUNGAN menjadi mata pelajaran di Indonesia banyak benefit Negara bisa peroleh sbb; Indonesia Bersih hampir tanpa biaya ( kira-kira 50 jutaan anak bangsa partisipasi) Jika di gaji Rp. 10.000 per siswa x 4 x 12 x 50.000.000 = 24 triliun. Tapi kita tidak perlu biaya tersebut karena bagian dari kurikulum. Indonesia membentuk karakter Generasi Bangsa secara langsung yang memiliki kebiasaan peduli Lingkungan sejak usia dini. Negara Bersih otomatis meningkatkan kesehatan masyarakat, masyarakat sehat bangsa kuat dan produktif serta bisa hidup sejahtera. II. REVOLUSI PERTANIAN
