Liputan PARIWISATA

Pariwisata Berbasis Lingkungan yang Semakin Diminati Wisatawan

Ditulis oleh Liputan68 pada 27 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

LIPUTAN68.com — Pariwisata hijau atau sering disebut pariwisata berbasis lingkungan dan berkelanjutan, semakin diminati oleh wisatawan dunia.

Lewat penelitian, yang diselenggarakan oleh Booking.com, terhadap 12.134 responden, 87 persen wisatawan ingin atau bersedia melakukan wisata berkelanjutan.

Sedangkan empat dari 10 responden mengaku sudah melakukan wisata berkelanjutan. Sisanya 28 persen responden mengaku jarang berkeinginan melakukan wisata berkelanjutan.

Apa yang menginspirasi orang untuk melakukan wisata berkelanjutan ?

1. Terinspirasi melihat keindahan alam seperti hutan atau karang laut yang indah (60 persen).
2. Sadar akan kerusakan lingkungan dari destinasi yang mereka kunjungi (54 persen).
3. Melihat efek positif wisata berkelanjutan ke masyarakat lokal (47 persen).
4. Melihat efek negatif dari wisata tidak bertanggung jawab di negeri sendiri (42 persen).
5. Merasa bersalah, efek liburan sendiri terhadap lingkungan (32 persen).

Bentuk wisata berkelanjutan sendiri ada banyak. Jika ingin menjadi wisatawan berkelanjutan dapat ikut serta dengan wisatawan dunia yang telah melakukan hal di bawah ini:

1. Membeli produk lokal buatan masyarakat ketimbang suvenir buatan pabrik (53 persen).
2. Berwisata menggunakan transportasi umum ketimbang taksi (52 persen).
3. Makan di restoran lokal yang menggunakan produk pangan lokal (41 persen).
4. Menghindari pergi ke obyek wisata massal, dan memilih berkunjung ke tempat wisata yang lebih memberi ilmu (40 persen).
5. Memilih akomodasi dengan sertifikasi eco tourism atau akomodasi tradisional (30 persen).

Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk melaksanakan wisata berkelanjutan. Namun banyak wisatawan yang mengaku kurang mendapat informasi dan mengetahui sertifikasi kredibel dari wisata berkelanjutan.

Kendala lainnya adalah takut akan harga mahal, kurang waktu, pilihan destinasi yang sedikit, takut destinasi tidak nyaman atau layak.

Selanjutnya ada wisatawan India (32 persen), Brasil (21 persen), dan China (18 persen) yang bersedia membayar lebih untuk wisata berkelanjutan.

Sebagai catatan survei dari Booking.com dilakukan terhadap 12.134 wisatawan dari 12 negara yakni Australia, Brasil, Kanada, China, Jerman, Perancis, India, Italia, Jepang, Spanyol, AS, dan Inggris.(1-M)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian