Pacitan, liputan68.com- Ditengah pandemi global coronavirus disease (covid-19), anggota Satuan Lalu-Lintas, Polres Pacitan, dituntut untuk lebih humanis. Meski memiliki kewenangan penegakan hukum, namun pendekatan persuasif lebih dikedepankan oleh mereka, saat melaksanakan gelar operasi kepolisian Zebra Semeru 2020 ini.
Hal tersebut seperti disampaikan KBO Satuan Lalu-Lintas, Polres Pacitan, Ipda Haming Agus Purnama, Selasa (3/11). “Jadi pada gelar operasi Semeru 2020 ini, kami (Satlantas) lebih ditekankan untuk memberikan edukasi protokol kesehatan, dan tertib berlalulintas. Diantaranya memakai masker. Selain itu sepanjang kegiatan operasi, juga diselingi pamasangan stiker ‘Ayo Pakai Masker’,” kata Ipda Haming.
Perwira Polisi kuning langsat ini menegaskan, sebagaimana imbauan dari Kapolri, bahwa pelaksanaan operasi Semeru 2020 tidak berorientasi pada penegakan hukum kelalulintasan, berupa pemberian sanksi tilang bagi masyarakat penggendara yang mungkin kedapatan melakukan pelanggaran. “Namun kegiatan operasi tersebut lebih ditekankan pada pola preemtif, dan preventif berupa tidakan simpatik humanis kepada masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut Haming mengatakan, pola operasi yang awalnya 80 persen kegiatan preemtif dan preventif, serta 20 persen kegiatan penegakan hukum, dirubah sepenuhnya 100 persen menjadi tindakan simpatik. “Karena itu dengan tindakan simpatik humanis ini, kami imbau masyarakat lebih disiplin lagi menjalankan protokol kesehatan. Utamanya pakailah masker saat melakukan interaksi sosial.
Selain itu, kedepankan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan sesering mungkin cuci tangan pakai sabun (CTPS) di air mengalir, minimal selama 20 detik, sebelum menyentuh mulut, hidung dan mata. Tak lupa selalu jaga jarak fisik (phisikal distancing) dan hindari berkerumun (social discanting). Lebih baik tetap tinggal di rumah, apabila tidak ada keperluan mendesak,” pesannya. (yun).
