Untuk Sergai Warga Keraton Memohon Di Pajimatan Sultan Cirebon

Oleh: Dr Purwadi M.Hum

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara – LOKANTARA Hp 087864404347) 

A. Pajimatan Sultan Cirebon, Hati Yang Tulus Sama Memohon.

Nilai Luhur tersedia dari masyarakat adat. Upacara adat berlangsung pada hari Minggu Legi. Bertepatan dengan tanggal 7 Desember 2020 pukul 9 – 12 pagi. Kegiatan spiritual ini dilaksanakan di Pajimatan Imogiri. Bangunan megah ini dibangun tahun 1623 oleh Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyakra Kusuma. Beliau punya mertua dari Kasultanan Cirebon.

Teladan dari mana saja asalnya. Peserta marak seba ing Pajimatan Imogiri berasal dari Kabupaten Rembang, Nganjuk, Wonogiri, Semarang, Salatiga, Sukoharjo, Boyolali, Klaten. Mereka menyumbangkan tenaga pikiran untuk Karaton Surakarta Hadiningrat. Sejak pagi mereka sibuk mempersiapkan tata cara ziarah di makam raja raja Mataram. Sebelahnya ada makam Sultan Cirebon.

Peradaban masa silam perlu dikenang. Kabupaten Serdang Bedagai atau Sergai Propinsi Sumatera Utara 56 % dihuni etnis Jawa. Mereka masih punya hubungan emosi dengan leluhur. Merantau sejak tahun 1803 di Sergai. Kedatangan warga Jawa ini diterima dengan tangan terbuka, ramah tamah dan perlakuan terhormat. Kaum pekerja profesional dari Tanah Jawa diberi kesempatan oleh Kasultanan Serdang. Saat itu Kerajaan Serdang dipimpin oleh Sultan Aman Johan Pahlawan Alam Shah yang memerintah tahun 1767-1817. Sultan Cirebon juga memiliki keagungan.

Tinta emas telah dicatat Warga Jawa yang dikirim ke wilayah Sergai, terlebih dahulu mendapat bekal ketrampilan. Pembekalan ketrampilan berkebun dilakukan di daerah Candi Boyolali Jawa Tengah. Proses pendidikan perkebunan ini atas kemurahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana IV, raja Karaton Surakarta Hadiningrat yang memerintah tahun 1788-1820. Raja agung ini ahli pertanian dan kesusasteraan, yang menulis kitab Serat Wulangreh. Kitab ini berisi tentang nilai Ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan dan keadilan. Sesuai benar dengan Dasar Pancasila.

Tata praja seiring dengan tata susila. Hubungan diplomasi antara Karaton Surakarta Hadiningrat dengan Kasultanan Serdang terjalin sepanjang jaman. Kerja sama meliputi bidang perdagangan, kebudayaan, kesusasteraan, kebahasaan, perkebunan, pertanian, pelayaran. Kedua belah pihak tukar menukar ahli pakar. Tentu bertujuan untuk mencapai kemajuan bersama. Nenek moyang bengsa Indonesia sungguh beradab. Memori historis yang membanggakan.

Masyarakat Sergai punya wakil dalam usaha pengusulan pahlawan nasional. Dalam hal ini ternyata persahabatan baik itu berlanjut sampai sekarang. Generasi muda perlu meneladani. Misalnya pada tahun Ir H Soekirman, Wakil Bupati Sergai diundang untuk seminar di Karaton Surakarta Hadiningrat. Dalam rangka pengusulan gelar Pahlawan Nasional untuk Sinuwun Paku Buwana X. Pemerintah RI menyetujui usulan kepahlawan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 10 Nopember 2023 dengan resmi mengangkat Raja Paku Buwana X sebagai Pahlawan Nasional. Raja Surakarta Hadiningrat banyak jasa pada negara.

Sergai berbahagia sekali. Ir H Soekirman kini menjadi Bupati Sergai, nyata nyata telah berjasa kepada Karaton Surakarta Hadiningrat. Pada tanggal 1 Nopember 2014 Ir H Soekirman diberi piagam penghargaan. Penyerahan diselenggarakan di gedung Sasana Handrawina, dengan disaksikan segenap abdi dalem, Pengageng, Sentana. Pengakuan dari Karaton Surakarta Hadiningrat mempererat tali silaturahmi dengan warga Serdang Bedagai. Tali silaturahmi ini berlangsung alamiah yang punya akar sejarah panjang. Tentu bisa memperkuat memori historis.

Usulan gelar pahlawan dari beragam kalangan. Turut mendapat penghargaan yaitu Dr Soetrisno R M.Si, Bupati Nganjuk tahun 1993-2003. Ir H Soekirman amat akrab dengan sesepuh. Keduanya saling berkunjung, layaknya saudara sejati. Bersahabat sampai usia sepuh.

Benar benar menakjubkan. Kunjungan ketua Lembaga Dewan Adat sekaligus pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat tanggal 25 Nopember 2017. GKR Dra Wandansari Koes Moertiyah M.Pd memimpin rombongan. Berkunjung di joglo suko Budoyo jl coklat 1 Batang Terap Serdang Bedagai. Ir H Soekirman menyambut dengan penuh kehormatan. Perwakilan Kerabat, Kerukunan Masyarakat Batak dipimpin Drs Joni Walker Manik MM. Acara dialog budaya ini sangat mengesankan. Putri Sinuwun Paku Buwana XII ini didampingi oleh KPH Dr Wirobhumi SH, selaku ketua Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat. Beliau rajin turun lapangan.

Kebetulan sekali perjalanan sejarah yang terjadi. Waktu itu Gubernur Sumatera Utara dijabat oleh Dr Ir H Tengku Erry Nuradi M.Si yang masih keturunan langsung Kasultanan Serdang. Ayahanda Tengku Muhammad Ryan Novandi ini membuat acara tradisional di Istana Maimun Medan. Berkenan hadir yakni Presiden RI Ir H Joko Widodo. Kegiatan ini terjadi pada tanggal 26 Nopember 2017. Pagi harinya diadakan peremajaan bibit kelapa sawit di Dolog Masihul. Kedatangan Presiden Ir H Joko Widodo menjadikan Kabupaten Serdang Bedagai semakin arum kuncara. Nama Sergai bertambah harum wangi ke segala penjuru Nusantara yang kaya tradisi.

Pajimatan Girilaya menjadi tempat penting bagi peziarah Kejawen. Pendiri Kabupaten Rembang misalnya, banyak yang bersemayam bersama Sultan Cirebon.

B. Doa Semarak di Atas Bukit Merak.

Bukit Merak tempatnya tinggi nan asri. Sultan Cirebon bersemayam di Kaswargan Girilaya. Di sana turut pula Kanjeng Ratu Banuwati, Permaisuri Sinuwun Hadi Prabu Hanyakrawati yang memerintah tahun 1601-1613.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *