MEDAN – LIPUTAN68.COM – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono didampingi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau lokasi banjir di Perumahan De Flamboyan Tuntungan, Kanal Medan Flood Control Delitua, serta Bendungan Sungai di Kota Tebing Tinggi.
Dari kunjungan itu, Basuki memerintahkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II untuk segera menurunkan alat berat dan memberikan tenggat waktu 3 minggu untuk memperbaiki jalur sungai dan lainnya.
“Kita akan perbaiki, mudah-mudahan tiga minggu selesai karena masih ada kemungkinan hujan lebih besar lagi yang akan datang. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim hujan bonus pertama adalah La Nina dan kemudian awan hitam yang dari lautan India membawa air,” ucap Basuki di Perumahan De Flamboyan Tuntungan, Senin (7/12).
Yang perlu segara diperbaiki saat ini, menurut Basuki, adalah membentuk groundsill (meninggikan tepi sungai) agar bila terjadi banjir, air tidak menerjang tepi kiri dan kanan sungai. “Tepinya ini tidak ada pemadatan, sehingga terjangan air yang deras merusak dan menghantam keluar,” katanya.
Basuki mengatakan, tidak hanya di Perumahan De Flamboyan saja, seluruh bantaran sungai yang tertimpa banjir juga akan diperbaiki, di antarannya Sungai Deli, Belawan dan Percut Sei Tuan. Selain itu Basuki meminta masyarakat untuk tidak lagi tinggal dan mendirikan rumah di bantaran sungai.
