oleh

Upaya Keras Cina Menjadi “Tuhan Dunia” ; Berusaha Mengatur Langit & Hujan

CINA — LIPUTAN68.com — Cina ternyata sangat serius dalam mewujudkan kengingannya menjadi Tuhan Dunia. Negara komunis itu, telah mempersiapkan teknologi dalam mengendalikan langit.

Program ambisius Cina ini, akan mengatur cuaca. Langit juga nantinya akan diambil alih oleh Cina.

Dalam rancangan paling mutakhir, Cina berusaha agar bisa menentukan kapan hujan akan turun dan menciptakan salju sesuai keinginan.

Mimpi untuk menguasai langit tersebut sudah lama digagas Cina dan saat ini telah memasuki tahap proyek lanjutan.

Proyek negara komunis ini tentu saja mengundang kekhawatiran negara lainnya, termasuk negara adidaya Amerika Serikat.

Dilansir dari Daily Star, salah seorang pejabat Cina telah mengumumkan rencana besar untuk mengambil alih langit dengan program modifikasi cuaca eksperimental terbaru.

Tiongkok sudah mulai mengembangkan program pengaturan cuaca yang diklaim mampu mengendalikan langit seluas jutaan kilometer.

Liputan JUGA  Cegah Virus Corona, Pemerintah Tutup Akses dari dan Menuju Cina

Dewan Negara juga mengatakan akan meningkatkan kemampuan program ini untuk menciptakan salju, hujan, atau langit cerah yang indah ke “tingkat lanjutan” pada tahun 2035 mendatang.

Cina juga telah menyusun rencana untuk memperluas program modifikasi cuaca eksperimental ini sehingga bisa mencakup area yang lebih dari 1,5 kali luas India.

Dikatakan, Cina akan memiliki “sistem modifikasi cuaca yang berkembang” pada tahun 2025 berkat terobosan dalam penelitian ini.

Dalam lima tahun ke depan, area yang tertutup salju dan hujan yang telah ditentukan sebelumnya akan mencapai 5,5 juta km persegi.

Sementara lebih dari 580.000 km persegi akan dicakup oleh teknologi pencegah hujan es.

Teknologi ini nantinya digunakan untuk melindungi sistem pertanian, di mana faktor cuaca menjadi satu hal yang sangat berpengaruh.

Liputan JUGA  Konektivitas Tol Cipali dan Cisumdawu Terwujud Akhir 2021

Pada tahun 2008 saat pelaksanaan Olimpiade Beijing, alat ini telah menyemai awan untuk mengurangi kabut asap dan menghindari hujan.

Langit cerah di ibu kota Cina menjelang pertemuan politik juga disebut-sebut adalah hasil dari program modifikasi buatan manusia ini.

Pemerintah Cina menyatakan akan melanjutkan operasi cuaca buatan ini di daerah-daerah penting seperti dataran tinggi Qinghai-Tibet, serta zona perlindungan ekologi utama sungai Kuning dan Yangtze.

The Guardian melaporkan bahwa para ilmuwan Cina kini juga sedang mengerjakan penelitian “sky-river” atau sungai di langit.

Negara pimpinan Xi Jinping ini diketahui telah membuat sistem modifikasi cuaca baru di dataran tinggi Qinghai-Tibet yang memiliki cadangan air tawar terbesar di Asia.

Liputan JUGA  Kemdikbud Anggarkan Rp. 7,2 Triliun untuk Kuota Internet Gratis, Bagaimana Cara Mendapatkannya ? Simak......

Penelitian ini bekerja dengan mengalihkan uap air dari cekungan Yangtze ke cekungan sungai Kuning yang kemudian akan bertransformasi menjadi curah hujan.

Rupanya penelitian modifikasi cuaca ini tidak hanya memberikan manfaat tapi dikhawatirkan bisa membahayakan negara lain di sekitar Cina.

Kekhawatiran ini muncul karena upaya untuk merekayasa air langit ini dapat menambah curah hujan di bagian utara Cina yang kering.

Tapi ini menjadi mimpi buruk bagi wilayah Asia Tenggara dan India karena proyek itu bisa mempengaruhi aliran sungai Mekong, Salween atau Brahmaputra yang semuanya bersumber dari Dataran tinggi Qinghai-Tibet.

Diketahui bila penelitian modifikasi cuaca ini telah menelan biaya mencapai 1,34 miliar dolar AS (19 triliun) dalam kurun waktu 5 tahun, yakni dari 2012 hingga 2017.(1-M)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.