Pacitan, liputan68.com- Prosesi pemakaman salah seorang pasien positif covid-19 asal Desa Ketrowonojoyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, sempat memunculkan polemik. Pasalnya, petugas pemakaman dari desa setempat dikabarkan tidak ada.
Informasi yang diterima dari Babinkamtibmas Polsek Kebonagung, Bripka Bambang, pihak keluarga sempat kesulitan mencari petugas pemakaman. Sampai akhirnya, gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 desa setempat dibantu dengan Babinsa dan Babinkamtibmas, menghubungi BPBD guna meminta bantuan untuk pemakaman pasien. “Pasien saat itu masih berada di kamar jenazah RSUD dr Darsono. Kondisi jenazah sudah dilaksanakan pemulasaraan. Hanya saja, kami kesulitan mencari petugas pemakaman.
Sampai akhirnya, kami harus berkoordinasi dengan BPBD,” kata Bambang, Sabtu (9/1) dini hari.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo, langsung berkoordinasi dengan GTPP kabupaten maupun kecamatan serta desa, guna melakukan prosesi pemakaman pasien positif covid-19 yang meninggal tersebut.
Didik mengakui sempat kesulitan mencari petugas pemakaman. Terlebih hari sudah menjelang malam. Sementara jenazah masih berada di rumah sakit, dan belum diberangkatkan menuju tempat pemakaman umum. “Akhirnya kami (Kepala Pelaksana BPBD ) turun langsung untuk berupaya melakukan prosesi pemakaman jenazah.
Selain itu Babinkamtibmas, Babinsa dan petugas dari Puskesmas Ketrowonojoyo, dibantu perangkat desa, dan relawan komporsium sego berkat, terjun ke lapangan untuk membantu prosesi pemakaman,” jelas Didik, seraya mengatakan pemakaman baru usai pada pukul 01.30 Wib dengan diiringi hujan lebat.
