Jakarta – Liputan68.com | Pfizer merupakan salah satu produsen vaksin Covid-19 mengumumkan perlambatan sementara terkait pengiriman distribusi vaksin Covid-19 di Uni Eropa.
Terkait pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak Pfizer, banyak pemimpin-pemimpin negara di Uni Eropa mengatakan bahwa kredibilitas program vaksinasi mereka bisa terancam lantaran perlambatan sementara tersebut.
Vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer tersebut dengan mitranya di Jerman, BioNTech. Vaksin mulai dilakukan pengiriman di Uni Eropa pada akhir Desember 2020 lalu.
Akan tetapi, sekitar 9 dari 27 pemimpin negara di Uni Eropa (UE) telah mengeluhkan dosis yang “tidak mencukupi” pada pertemuan yang dilakukan minggu ini.
Pfizer pada awalnya mengatakan bahwa pengiriman akan berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan, tetapi pada hari Jumat lalu Pfizer mengumumkan akan ada dampak atau perlambatan sementara pada proses pengiriman pada akhir Januari hingga awal Februari. Hal ini disebabkan oleh perubahan pada proses manufaktur untuk meningkatkan produksi.
“Situasi ini tidak dapat diterima,” kata para Menteri Kesehatan dan Sosial dari enam negara Uni Eropa dalam sebuah surat kepada komisi Uni Eropa Tentang penundaan vaksin Pfizer, yang dikutip Liputan68.com dari Channel News Asia.
“Tidak hanya berdampak pada jadwal vaksinasi yang direncanakan, tetapi juga dapat menurunkan kredibilitas kami dalam proses vaksinasi,” kata para Menteri dari Swedia, Denmark, Finlandia, Lituania, Latvia dan Estonia.

Jerman yang merupakan salah satu negara pembeli terbesar di Eropa untuk vaksin produksi Pfizer menyebutkan bahwa keputusan tersebut sangat mengejutkan dan disesalkan dikarenakan Jerman saat ini sedang berupaya untuk mengakhiri pandemi Covid-19 dengan menaruh harapan besar pada vaksin produksi Pfizer & BioNTech ini.
Sementara itu, Kanada juga mengatakan hal yang sama terkait dengan penundaan yang diumumkan oleh Pfizer. Pasokan vaksin Covid-19 produksi Pfizer sendiri berasal dari pabrik Pfizer yang ada di Belgia.
Sebelumnya, Norwegia dan Lithuania mengatakan bahwa perusahaan itu mengurangi pasokan di seluruh Eropa.
“Yang kami inginkan adalah agar Pfizer-BioNTech mengembalikan pengiriman mereka ke jadwal yang disepakati,” kata Menteri Kesehatan Lithuania Arunas Dulkys.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen mengatakan Pfizer telah meyakinkannya bahwa pengiriman yang direncanakan ke UE pada kuartal pertama tidak akan ditunda.
