Oleh: Dr Purwadi, M.Hum
(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara, LOKANTARA. Hp. 087864404347)
A. Nama Banyukerto Menjadi Banyumas
Pada masa kerajaan Demak Bintara nama Banyumas masih disebut Banyukerto. Wilayah ini langsung diperintah oleh Kadipaten Semarang. Pembina wilayah Banyukerto dipegang oleh Ki Ageng Pandan Aran. Pembesar kadipaten Semarang ini masih keturunan Adipati Yunus Syah Alam Akbar, Sultan Demak Bintara.
Lama kelamaan daerah Banyukerto semakin maju. Perta-nian, perkebunan, peternakan, perdagangan berjalan lancar. Rakyat pun hidup makmur sejahtera. Kekuasaan Demak berpindah ke Pajang. Kerajaan Pajang diperintah oleh Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya. Raja Pajang ini memang sakti mandraguna. Beliau masih berdarah Majapahit, Demak dan Pengging. Pada dirinya mengalir darah biru, bangsawan besar Jawa. Benar benar trahing kusuma rembesing madu, wijining amara tapa, tedhaking andana warih.
Kedudukan Joko Tingkir di Kerajaan Pajang sangat kuat. Begitu menduduki tahta semua kekuatan politik dirangkul. Sela-ma memegang kekuasaan Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya selalu bisa momong momor momot. Putra Sunan Prawoto pewa-ris Kasultanan Demak Bintara bernama Raden Joko Kahiman. Sewaktu berguru kepada Sunan Kalijaga, Joko Kahiman bernama santri Abdul Mukmin.
Sultan Hadiwijaya raja Pajang menetapkan Raden Joko Kahiman sebagai penguasa Banyukerto. Saat itu Banyukerto berstatus Kawedanan. Begitu Joko Kahiman dilantik status Banyukerto dinaikkan dari Kawedanan menjadi Kabupaten. Joko Kahiman resmi menjabat sebagai Bupati Banyukerto. Atas usul Pangeran Benawa, nama Banyukerto diubah menjadi Kabupaten Banyumas. Joko Kahiman menjadi bupati Banyumas tahun 1582-1583, dengan gelar Tumenggung Purwonagara.
Kabupaten Banyumas berhasil sebagai daerah pemekar-an. Penggantinya bernama Raden Ngabehi Martasura I yang memerintah tahun 1583-1600. Kekuasaan Jawa bergeser dari Pajang ke Mataram. Rajanya bernama Panembahan Senopati. Ra-den Ngabehi Martasura I berasal dari Paremono Muntilan Mage-lang.
Beliau masih putra Patih Manca Negara, perdana menteri jaman kerajaan Pajang selama tinggal di Magelang, Raden Ngabehi Martasura I belajar tata pemerintahan, tata praja dan udanagara. Pemerintahan Mataram selanjutnya dipegang oleh Sinuwun Prabu Hadi Hanyokrowati.
Bupati Banyumas dipegang pejabat baru. Beliau adalah Raden Ngabehi Martapura II. Istrinya berasal dari Pati, anak Ki Ageng Penjawi. Istri sang bupati populer disebut Ratu Adipati Wicaksono Arum. Beliau seorang putri linuwih, cerdas, ramah, cekatan, pintar, lincah, pemurah dan welas asih. Tentu saja kehadiran Ratu Adipati Wicaksono Arum menjadi idola buat sekalian warga Kadipaten Banyumas.
Wanudya ayu ngambar, aruming kusuma, wadana asa-wang sari, o, ri sedhenging purnama sidi, netya njahit esmu lindri, grana rungih milangeni, tuhu mustikane putri tetunggule widodari.
Demikianlah penduduk Kabupaten memberi pujian ke-pada Nyonya Bupati Raden Ngabehi Martapura II. Rakyat betul betul ayem tentrem, aman damai dan guyub rukun.
B. Daftar Para Bupati Banyumas
1. R Djoko Kahiman, 1582-1583. Dilantik pada masa keraja-an Pajang. Rajanya bernama Sultan Hadiwijaya.
2. R Ngabehi Martasura I, 1583-1600. Dilantik pada masa ke-rajaan Mataram. Rajanya bernama Panembahan Senopati.
3. R Ngabehi Martasura II, 1601-1620. Dilantik pada masa kerajaan Mataram. Rajanya bernama Prabu Hadi Hanyo-krowati.
4. R Adipati Martayuda I, 1620-1650. Dilantik pada masa ke-rajaan Mataram. Rajanya bernama Sultan Agung Hanyokro kusuma.
5. R Tumenggung Martayuda II, 1650-1678. Dilantik pada masa kerajaan Mataram. Rajanya bernama Sri Susuhunan Amangkurat Agung.
6. R Tumenggung Suradipura, 1678-1707. Dilantik pada masa kerajaan Mataram. Rajanya bernama Sri Susuhunan Amangkurat Amral.
7. R Tumenggung Yudanegara II, 1707-1745. Dilantik pada masa kerajaan Mataram. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana I.
8. R Tumenggung Reksapraja, 1745-1749. Dilantik pada masa kerajaan Mataram. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana II.
9. R Tumenggung Yudanegara III, 1749-1755. Dilantik pada masa kerajaan Mataram. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana III.
10. R Tumenggung Yudanegara IV, 1755-1780.Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Raja-nya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana III.
11. R Tumenggung Tejakusuma, 1780-1788. Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Raja-nya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana III.
12. R Tumenggung Yudanegara V, 1788-1816. Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana IV.
13. R Adipati Cakranegara I, 1816-1830. Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Raja-nya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana IV.
14. RT Mardireja II, 1830-1832. Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana VII.
15. R Adipati Cakranagara II, 1832-1864. Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana VII.
16. R Adipati Cakranagara III, 1864-1879. Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana IX.
17. KPA Martadireja III, 1879-1913. Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana IX.
18. KPAA Ganda Subrata, 1913-1933. Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Raja-nya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana X.
19. RAA Sujiman Ganda Subrata, 1933-1950. Dilantik pada masa kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sri Susuhunan Paku Buwana X.
20. R Moh Kabul Purwodireja, 1950-1953. Dilantik pada masa Presiden Soekarno.
21. RE Budiman, 1953-1957. Dilantik pada masa Presiden Soekarno.
22. M Mirun Prawiradireja, 1957. Dilantik pada masa Presiden Soekarno.
23. R Bayu Nuntoro, 1957-1960. Dilantik pada masa Presiden Soekarno.
24. R Subagyo, 1960-1966. Dilantik pada masa Presiden Soekarno.
25. Letkol Sukarno Agung, 1966-1971. Dilantik pada masa Presiden Soeharto.
26. Kol Poedjadi Bandayuda, 1971-1978. Dilantik pada masa Presiden Soeharto.
27. Kol RG Rudjito, 1978-1988. Dilantik pada masa Presiden Soeharto.
28. Kol Djoko Sudantoko, 1988-1998. Dilantik pada masa Presiden Soeharto.
