Jakarta, Liputan68.com | Andi Yuliani Paris Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional , mengkritik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyiapkan anggaran Rp287 miliar hanya untuk membuat studi dan rekomendasi kebijakan.
Cuplikan video Andi Yuliani sempat beredar di media sosial mencecar Kementerian ESDM dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR. Video itu juga sempat diunggah akun Youtube Komisi VII DPR RI per 19 Januari.
“287 miliar hanya untuk bikin kebijakan, bikin rekomendasi, bikin studi, itu engga ada gunanya untuk rakyat,” ujarnya Andi pada saat rapat kerja bersama Kementerian ESDM Januari lalu. Lebih lanjut Andi mengatakan, hasil dokumen dari rekomendasi dan studi kementerian ESDM hanya redundant atau di ulang-ulang saja.

Angka itu dianggap tidak masuk akal jika hanya dipakai untuk membuat peraturan kebijakan atau draft. Terlebih lagi, Andi menyebut jika hal itu merupakan tugas yang seharusnya sudah dilakukan oleh Kementerian ESDM sejak lama.
Disamping mengkritisi anggaran Rp287 miliar Ia juga mengkritisi beberapa anggaran yang dinilai besar, di antaranya permen menteri senilai RP4,8 miliar serta membuat draft segmen sub mineral dan batubara senilai Rp4,9 miliar.
Andi juga mempertanyakan kejelasan anggaran yang digunakan untuk pemeliharaan penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) yang kerap diganti dengan alasan mati.

