SERDANG BEDAGAI – LIPUTAN68.COM – Pemasangan pagar Seng yang dilakukan oleh Dinas PUPR Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) di lokasi Pajak Lama di Jalan Deli Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan Sergai yang terbakar pada hari Kamis (16/9) Minggu lalu ditolak oleh Ratusan para pedagang yang tergabung di Ikatan Pedagang Pajak Lama Perbaungan (IPPLP), Kamis (23/9/2021).
Pantauan awak media di lokasi Pajak Lama tersebut Ratusan pedagang yang tergabung pada IPPLP memohon kepada pekerja yang juga di awasi oleh puluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sergai agar pemasangan pagar seng tersebut untuk dibongkar.
Dan pemasangan pagar seng ini dilakukan oleh Dinas PUPR Sergai untuk proses pembangunan drainase dan jalan di lokasi Pajak yang terbakar tersebut.
Salah seorang Pedagang yang bernama Fahmi yang juga Sekretaris IPPLP pada awak media mengatakan, “pagar seng mau mereka pasang hingga ke jalan ini, kan jalannya yang mau dibangun oleh Dinas PUPR tapi kenapa Loods pedagang yang bekas terbakar ini juga ditutupi pagar seng, kan Loods bukan Aset Pemkab Sergai sejak Tahun 1961 karena tanah diatas bangunan Lods tersebut milik seorang Tengku, ungkap Fahmi.
Dan Sekretaris IPPLP juga menyebutkan bahwa pemasangan pagar seng yang dilakukan Dinas PUPR Sergai tidak tepat Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai tidaklah tepat, karena bangunan Loods untuk para pedagang berjualan tersebut dibangun dari hasil Swadaya masyarakat, katanya.
Lanjut Fahmi sejak Jaman Bupati Maimaran (Mantan Bupati Deli Serdang) kami para pedagang yang tergabung di IPPLP 24 jam menjaga Pajak Lama ini selama 24 Jam dan supaya tidak di gusur, apa harus kami dari pihak IPPLP menjaga lagi selama 24 Jam seperti tahun 1995 dan tidur disini, Pungkas Sekretaris IPPLP
Fahmi juga pada awak media mengatakan : ” Kami para pedagang Pajak Lama Perbaungan lainnya, memohon kepada Bapak Bupati Serdangbedagai Darma Wijaya, untuk segera menyelesaikan permasalah di Pajak Lama ini”, sebut Fahmi.
“Kami yang tergabung di IPPLP memohon pada Pemkab Sergai, Tolong Pak atur camatnya, karena tanpa pernah berkoordinasi dan pendekatan pada kami, beliau main pagar aja, tidak ada mediasi, dan kenapa setelah ribut-ribut baru mediasi,” tutup Sekretaris IPPLP.
