Edy Rahmayadi Minta Optimalkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi ke Petani

MEDAN—LIPUTAN68.COM—Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meminta para stakeholder pupuk di Sumut untuk mengoptimalkan penyaluran pupuk terutama berjenis subsidi kepada petani sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) hingga akhir tahun ini.

Mengingat ketersediaan pupuk dan pestisida saat ini mengalami gangguan di tengah-tengah masyarakat petani, baik dari ketersediaan yang terbatas hingga disparitas harga maupun waktu penyalurannya.

“Ya, bapak gubernur terus mendorong para pihak terutama produsen dan distributor agar mengoptimalkan penyaluran dari alokasi yang ada sampai seratus persen terpenuhi di akhir tahun ini,” ujar Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu, Naslindo Sirait saat dikonfirmasi, Selasa (14/12/2021).

Hal ini menurutnya merupakan starting point dari rapat koordinasi yang diinisiasi Biro Perekonomian bersama para stakeholder membahas ketersediaan pupuk bersubsidi di Sumut, 8 Desember lalu.

Di mana pihaknya turut mengundang, organisasi perangkat daerah terkait seperti Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, serta dunia usaha baik sebagai produsen maupun distributor pupuk dan pestisida seperti PT. Pupuk Indonesia Regional I, PT. Gresik Cipta Sejahtera, PT. Samtami Sejahtera, dan CV. Candi Agro Mandiri.

“Persoalannya adalah ketersediaan pupuk utamanya pupuk bersubsidi agar tepat sasaran, tepat harga, dan tepat waktu,” kata Naslindo.

Terlebih, kata dia, ketersediaan pupuk dan pestisida sangat diyakini berpengaruh signifikan terhadap produksi, utamanya tanaman pangan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk meningkatkan produksi, meningkatkan perekonomian, dan untuk mengendalikan inflasi serta untuk menjamin ketahanan pangan.

“Dalam rapat mengemuka bahwa ketersediaan pupuk di lapangan sangat erat dengan alokasi pupuk bersubsidi di Provinsi Sumut yang sangat kurang,” ungkap Naslindo.

Misalnya untuk pupuk urea disebut dia, yang hanya tersedia alokasi dari pemerintah pusat 152 ribu ton sementara kebutuhan mencapai 300 ribu ton. Namun demikian, Pemprov Sumut akan terus berkomunikasi ke pemerintah pusat melalui usulan RDKK TA.2022 agar dapat ditingkatkan alokasi pupuk bersubsidi ke Sumut.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *