Selain untuk Atasi Stunting, Daun Kelor Juga Bisa Tambah Pendapatan

MEDAN—LIPUTAN68.COM—Kasus stunting atau kondisi gagal pertumbuhan tubuh pada anak karena kurang gizi terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Karenanya Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah (Ijeck) mendorong Dinas Kesehatan Sumut terus berupaya menekan angka kasus stunting tersebut.

Tidak hanya dengan program yang sudah ada, namun menurut dia, juga perlu terus mengikuti perkembangan atau inovasi yang ada dalam hal pemenuhan nutrisi dan gizi anak, khususnya dengan menggunakan daun kelor.

“Asupan makanan yang bervitamin sangat dibutuhkan dalam penanganan stunting untuk bayi dan ibu hamil, apalagi saat ini kita juga masih dalam suasana pandemi,” kata Ijeck didampingi Wakil Ketua TP PKK Sumut, Sri Ayu Mihari saat menerima kunjungan Owner Keloria Moringa Syahrani Devi dan Fachrul Rozi Lubis, di Rumah Dinas Wagub, Jalan Teuku Daud, Medan, Rabu (15/12). Salah satu yang dia melihat dan dengar bahwa daun kelor banyak vitamin yang terkandung di dalamnya.

Salah satu pelaku UMKM Keloria yang fokus dengan daun kelor Syahrani Devi, lanjut Ijeck, telah banyak menjelaskan khasiat daun kelor dan dibuktikan dengan suksesnya Keloria hingga go internasional.

“Inovasi (Bu Devi) daun kelor keringnya sudah banyak diekspor ke luar, dan kenapa kita tidak juga memanfaatkannya, alami dan berasal dari lahan subur yang dimiliki Sumut,” ujarnya.

Di sisi lain tentu juga bisa menambah pemasukan masyarakat jika serius pada bidang dimaksud.

“Tanaman kelor ini juga bisa menjadi tanaman yang menghasilkan atau jadi mata pencarian,” ujarnya.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *