MEDAN – LIPUTAN68.COM – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Teyza Cimira Tisya, SH buka suara terkait Penyertaan modal 80 miliyar ke PT Perkebunan Sumatera Utara (PT PSU) pada tahun anggaran 2020 bagaikan arang habis besi binasa (pekerjaaan sia sia : Red) mengingat sampai saat ini PT PSU tidak menunjukkan kinerja yang baik.
“Kepala biro perekonomian Propinsi Sumatera Utara yang dimuat dibeberapa media, yang menyatakan bahwa PT. Perkebunan Sumatera Utara yang sebelumnya merugi Rp13 miliar pada tahun 2020 akhirnya menghasilkan laba sebesr Rp1,9 miliar dan pada tahun 2021. Peningkatannya tercatat 114, 34 persen” Ujar Teyza.
Namun kata Teyza, hal ini merupakan halusinasi dan perlu di analisa lebih dalam karena PT PSU memiliki 2 Pabrik pengolahan sawit yaitu di Kabupaten Batubara dan kabupaten Mandailing Natal dengan kapasitas 40 Ton/perjam dengan rata rata operasi 20 jam , pengolahan kelapa sawit tandan segar tersebut di dapat dari kebun sendiri dan kebun masyarakat di sekitarnya,
“Namun di sayangkan ketika Rapat dengar pendapat dengan Komisi C DPRD Sumut, Managent PT PSU tak mampu menjelaskan berapa Ton CPO yang dihasilkan , dan berapa ton Inti sawit , cangkang dan Miko, anehnya Kabiro Pekonomian Propsu yang di banggakan Gubsu, memberikan pernyataan tanpa data yang Valid adanya laba 1,9 miliar pada tahun 2021” Terang Teyza.
Jika dibandingkan dengan penyertaan modal 80 M pada Tahun 2020, kata Teyza , maka tidak sebanding dengan hasil yang didapat ,
