Sejumlah Ikan Mati Mendadak, Bupati Dairi Perintahkan Instansi Terkait Segera Melakukan Tinjauan

TANAH PINEM – LIPUTAN68.COM – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi menerima keluhan dan laporan dari masyarakat Desa Mangan Molih dan Desa Renun tentang banyaknya Ikan yang mati di sungai lae renun pada, Selasa (15/2/2022).

Terkait laporan warga tersebut, Bupati Dairi Eddy Berutu memerintahkan untuk segera melakukan tinjauan apa penyebab terjadinya peristiwa ikan mati secara mendadak dalam jumlah yang banyak.

Melalui komunikasi dengan Camat Tanah Pinem menyatakan bahwa banyaknya ikan yang mati diduga disebabkan oleh air yang keruh bercampur Pasir, dikarenakan tingginya curah hujan di hulu sungai renun dan daerah kejadian.

“Ketika kita turun kelokasi melihat kejadian tersebut, kita temui ikan yang mati kondisinya di insang berlumur lumpur dan pasir, jadi kita duga penyebabnya adalah akibat air yg keruh dan bercampur pasir”, kata camat.

Hal senada juga disampaikan Kadis Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi Robot Simanullang. “Kita di perintahkan pimpinan yaitu bapak bupati untuk melakukan penelusuran penyebab kematian ikan di Tanah Pinem, setelah berkordinasi dengan camat tanah Pinem diduga ikan mati karena kondisi air yang keruh bercampur pasir. Kita juga sudah berkordinasi dengan kepolisian untuk melakukan penyelidikan apa penyebab kejadian peristiwa tersebut” kata robot.

Berdasarkan pendapat ilmiah menyatakan bahwa tingginya curah hujan yang terjadi, mengakibatkan terjadinya proses upwelling (pengadukan massa dan dasar air yang baik kepermukaan air) sehingga terjadi pengadukan dasar air ke permukaan, maka secara drastis mengakibatkan tingginya kekeruhan air, hal ini juga menyebabkan penurunan pH air.

“PH air yang rendah, dan tingginya kekeruhan akan mengakibatkan kurangnya kecerahan sehingga sinar matahari yg digunakan utk proses fotosintesis oleh fitoplankton serta tumbuhan air, maka kandungan oksigen terlarut juga turun”, kata Robot menambahkan.

Dijelaskan Robot, akibat kejadian itu mempengaruhi kebutuhan ikan akan O2, sementara ikan jenis Jurung, atau Thor Sp, memerlukan media air yg bersih dan bebas dri lumpur, akibat kejadian ini makanya mengakibatkan kematian.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *